Harga Emas Berkilau, Laba Q1-2019 Antam Malah Merosot 30%
Houtmand P Saragih,
CNBC Indonesia
01 May 2019 09:01
Jakarta, CNBC Indonesia - Laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam di luar dugaan membukukan penurunan laba bersih pada kuartal I-2019. Padahal harga emas dan nikel dunia sedang mengalami kenaikan pada periode tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba Antam tercatat turun hingga 30,12% menjadi Rp 171,67 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu tercatat laba bersih sebesar Rp 245,68 miliar.
Penjualan Antam pada periode ini tercatat hanya naik 8,51% menjadi Rp 6,22 triliun. Sementara beban pokok penjualan naik 9,97% menjadi Rp 5,18 triliun.
Komoditas emas menjadi penopang utama nilai penjualan perseroan pada kuartal I-2019 senilai Rp 3,94 triliun. Angka tersebut setara dengan 63% dari total penjualan.
Sementara itu, penjualan feronikel Antam tercatat mencapai 7.122 TNi naik 33% secara tahunan. "Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan dengan tercatat dengan tercapai-nya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel Antam di Pomala yang saat ini memiliki kapasitas produksi 27.000 TNi/tahun," kata Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko, dalam siaran pers yang disampaikan, Selasa (30/01/2019).
Untuk produksi emas, dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 470 kilogram. Sementara total penjualan emas perseroan mencapai 6.517 kilogram.
(hps) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Terungkap, Prudential & Dapen Malaysia Punya 1% Saham Antam (ANTM)
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba Antam tercatat turun hingga 30,12% menjadi Rp 171,67 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu tercatat laba bersih sebesar Rp 245,68 miliar.
Penjualan Antam pada periode ini tercatat hanya naik 8,51% menjadi Rp 6,22 triliun. Sementara beban pokok penjualan naik 9,97% menjadi Rp 5,18 triliun.
Komoditas emas menjadi penopang utama nilai penjualan perseroan pada kuartal I-2019 senilai Rp 3,94 triliun. Angka tersebut setara dengan 63% dari total penjualan.
Untuk produksi emas, dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 470 kilogram. Sementara total penjualan emas perseroan mencapai 6.517 kilogram.
(hps) Add
source on Google