Chatib Basri: Dunia Merespons Positif Hasil Quick Count

Market - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
18 April 2019 10:47
Chatib Basri: Dunia Merespons Positif Hasil Quick Count
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia internasional disebut merespons positif hasil hitung cepat (quick count) pemilihan umum 2019 yang dirilis sejumlah lembaga survey.

Hasil quick count sementara pagi ini, Kamis (18/4/2019), yang dilakukan lima lembaga survei menunjukkan perolehan suara Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih banyak dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ekonom senior Chatib Basri mengatakan mulanya investor internasional memprediksi bahwa gap perolehan suara Jokowi dan Prabowo sebesar 20%, namun ternyata hasil quick count menyatakan sebesar 10%. Investor sudah memprediksi kemenangan paslon petahana itu.


Chatib Basri: Dunia Merespons Positif Quick CountFoto: Quick Count Pilpres 2019/ Aristya Rahadian Krisabella


"Mereka sudah prediksi bahwa Jokowi akan menang karena mereka percaya dengan survey. Yang mungkin agak mengejutkan adalah gap-nya tidak seperti yang diperkirakan. Tadinya 20%, tetapi hasil quick count-nya 10%. It's ok, masih lebih besar dibanding [pemilu] tahun lalu. Jadi mereka sudah expect bahwa Jokowi akan menang," jelas Chatib Basri kepada CNBC Indonesia, di Jakarta, Senin (18/4/2019).




Respons positif itu juga ditunjukkan dengan laju rupiah yang sempat menyentuh level di bawah Rp 14.000 per US$1. Hal tersebut tidak mengejutkan karena hasil quick count tersebut sudah diprediksi oleh pasar. Namun, pertanyaan selanjutnya, sambung Chatib, tergantung seberapa lama respons positif ini akan bertahan.

"Akan tergantung pada bagaimana melihat Jokowi dan Ma'ruf akan datang dengan reformasi-reformasi yang akan mereka lakukan kalau mereka menjalankan pemerintahan. Tetapi untuk sementara respons dari market akan cukup positif," tutur Chatib.

Melihat hasil sementara hitung cepat itu, Jokowi-Ma'ruf bisa saja melakukan reshuffle tim kabinet ekonomi yang baru sekarang, tidak perlu menunggu 20 Oktober nanti. Momentum 20 Oktober nanti akan menjadi proses seremoni saja.

Chatib Basri: Dunia Merespons Positif Quick CountFoto: Chatib Basri/Reuters


"Karena itu akan jadi lame duck government karena kalau menterinya belum tahu siapa. Maka eselon 1 tidak akan bikin keputusan. Kalau eselon satunya belum tahu siapa maka eselon duanya tidak akan membuat keputusan." tandasnya.

Namun demikian, menurut Chatib masih banyak pekerjaan rumah untuk presiden terpilih nanti selama 5 tahun ke depan. Salah satunya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama 5 tahun terakhir berkisar di angka 5%-5,2%.




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading