Ekonomi AS-China Makin Cerah, Harga Emas Lari ke Bawah

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
16 April 2019 17:18
Ekonomi AS-China Makin Cerah, Harga Emas Lari ke Bawah Foto: Dok Freepik
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali amblas pada perdagangan hari Selasa (16/4/2019) seiring dengan perekonomian global yang semakin membaik.

Pada pukul 17:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Juni di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) terkoreksi 0,27% ke posisi US$ 1.287,8/troy ounce. Sama halnya dengan harga emas di pasar spot yang juga amblas 0,27% ke level US$ 1.284,11/troy ounce.




Pelemahan yang terjadi pada hari ini merupakan lanjutan dari perdagangan kemarin (15/4/2019), yang mana emas COMEX dan spot masing-masing terkoreksi sebesar 0,3% dan 0,19%.

"Faktor utama yang menekan harga emas adalah perbaikan ekonomi seperti yang terjadi di China. Kondisinya sudah membaik," ujar Dominic Schneider, analis senior UBS Wealth Management yang berbasis di Hong Kong, mengutip Reuters.

Pada hari Jumat (12/4/2019), pertumbuhan kredit di China dibacakan sebesar CNY 1,69 triliun, yang mana melampaui ekspektasi konsensus yang sebesar CNY 1,2 triliun. Data tersebut mencerminkan gairah usaha di China yang masih terus tumbuh.

Pertumbuhan kredit tersebut juga diakibatkan oleh kebijakan Bank Sentral China (People Bank of China/PBOC) yang memberi kelonggaran bagi perbankan untuk menyalurkan kredit. Dengan demikian, perekonomian China akan dapat menghadapi perlambatan ekonomi global dengan mulus. Risiko terjadinya gangguan ekonomi pun mengecil.

Perkembangan indikator ekonomi di Amerika Serikat (AS) pun dapat dikatakan cemerlang. Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS periode Maret meningkat hingga 0,6% dibanding bulan sebelumnya. Capaian tersebut lebih tinggi dibanding prediksi konsensus yang sebesar 0,3%.

Peningkatan PPI menandakan dunia usaha masih leluasa untuk meningkatkan harga karena permintaan dan daya beli yang masih kuat. Lagi-lagi risiko terhadap perekonomian AS berkurang.

Selain itu jumlah penduduk yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran untuk minggu yang berakhir pada 6 April berkurang hingga sebesar 196.000. Jumlah tersebut merupakan yang paling rendah dalam 49,5 tahun dan jauh lebih rendah dibanding prediksi pelaku pasar yang sebesar 211.000.

Data tersebut memperlihatkan penciptaan lapangan kerja di AS yang tumbuh cukup pesat karena perekonomian masih sehat.

Kala kondisi perekonomian dunia kian stabil,maka investor makin bernafsu untuk mengalihkan asetnya pada instrumen berisiko lain seperti saham. Emas pun ditinggalkan karena menghasilkan keuntungan yang relatif kecil.

Selama sepekan, harga emas COMEX dan spot sudah terpangkas masing-masing sebesar 1,57% dan 1,52%.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading