Salah Satu Direksi MNC Kapital Mundur, Ada Apa?

Market - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
10 April 2019 13:13
Salah Satu Direksi MNC Kapital Mundur, Ada Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Independen PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) Mahjudin mengundurkan diri dari jabatannya. 

"Pengunduran diri Saudara Mahjudin menjadi efektif terhitung sejak 9 April 2019," ujar Direktur Utama MNC Kapital Wito Mailoa dan Direktur MNC Kapital Natalia Purnama dalam keterbukaan informasi perusahaan kepada otoritas bursa efek hari ini (10/4/19). 

MNC Kapital adalah induk sayap keuangan dari Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo.  Mahjudin berkarier di Grup MNC sejak menjadi direktur PT MNC Finance pada 2016.

Sebelumnya, dia berkarier di PT SMS Finance, PT U Finance Indonesia, PT Arthacakra Multifinance (Nisso Iwai Group), PT Isuzu Astra International, dan PT Lumbung Perdana Khatulistiwa.
 


Pengunduran diri manajemen perseroan lain baru terjadi yang disampaikan dalam keterbukaan informasi pada 29 Maret terkait mundurnya Deisy Christina sebagai sekretaris perusahaan.

Posisi Deisy digantikan oleh Edward Kennetze Lubis.
 Saat ini, BCAP membawahi PT MNC Asset Management, PT MNC Finance, PT MNC Sekuritas, PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), PT MNC Guna Usaha, PT MNC Teknologi Nusantara, dan perusahaan investasi di British Virgin Island yaitu Winfly Ltd. 

Anak usaha lain terdiri dari dua anak perusahaan di bidang asuransi yaitu PT PT MNC Life Assurance dan PT MNC Asuransi Indonesia serta sembilan perusahaan penyewaan properti. 

Sepanjang 2018, BCAP mampu mendulang laba bersih atribusi induk Rp 153,87 miliar dari rugi bersih atribusi induk Rp 737,62 miliar sepanjang 2017. 

Penyebab berbaliknya kinerja perseroan tersebut disebabkan turunnya pos penurunan nilai Rp 808,86 miliar atau 90,85% menjadi tinggal Rp 81,42 miliar dari sebelumnya Rp 890,29 miliar. 

Meskipun penurunannya besar, tidak tersedia penjelasan terperinci terkait pos penurunan nilai dalam laporan keuangan perseroan. 

Selain itu, beban bunga perseroan juga turun Rp 121,81 miliar atau 12,64% menjadi Rp 841,72 miliar dari Rp 963,53 miliar.          


TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading