Ekspansi Kredit, OCBC NISP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
09 April 2019 16:07
Ekspansi Kredit, OCBC NISP Bakal Terbitkan Obligasi Rp 1 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menyatakan bakal menerbitkan surat utang atau obligasi korporasi untuk ekspansi penyaluran kredit. 

Presiden Direktur NISP Parwati Surjaudaja menyebut, nilai emisi obligasi yang akan diterbitkan minimal akan sama dengan tahun lalu yakni Rp 1 triliun. Namun mengenai kepastian waktunya, NISP masih mempertimbangkan kondisi pasar dan suku bunga acuan Bank Indonesia. 


Saat ini, NISP masih memiliki jatah pendanaan dari Penawaran Umum Berlanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP sebesar Rp 7 triliun yang baru habis pada Juni 2020. Pada tahun lalu, NISP menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV senilai Rp 1,06 triliun dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dengan nilai Rp 1 triliun. 


"Kalau pasarnya kondusif, kami akan segera menerbitkan. Karena kita melihat kondisi kenaikan suku bunga, ini cukup dinamis," kata Parwati kepada awak media di OCBC NISP Tower, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Parwati mengemukakan, bila suku bunga acuan Bank Indonesia turun dari saat ini di level 6%, ada kecenderungan NISP masih menunggu penerbitan obligasi korporasi tersebut. Namun ia meyakini, bank sentral akan lebih cenderung mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 6%.

Pertimbangan kondisi pasar juga dikemukakan oleh Direktur NISP Johannes Husin. Namun ia meyakini, penerbitan obligasi korporasi NISP bisa dilakukan pada tahun ini karena melihat kinerja pasar saham yang cukup positif sepanjang triwulan pertama tahun ini.

Bahkan, tak menutup kemungkinan, obligasi NISP bisa diterbitkan pada triwulan kedua 2019. "Kalau situasinya sudah kondusif. Kami berharap tahun ini bisa dilakukan," ungkap Johanes.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Independen NISP Hartati menegaskan, penerbitan obligasi berkelanjutan NISP bukan untuk membayar utang obligasi yang akan jatuh tempo pada tahun ini. Refinancing akan didanai dari kas internal. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, NISP memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp 2,44 triliun.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading