Ekonomi Global Diproyeksi Melambat, RI Andalkan Konsumsi

Market - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
05 April 2019 15:11
Ekonomi Global Diproyeksi Melambat, RI Andalkan Konsumsi
Jakarta, CNBC Indonesia - Berbagai lembaga internasional seperti Moody's dan Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan ekonomi global tumbuh melambat di tahun ini. Hal itu tentu akan berpengaruh ke perdagangan dan pertumbuhan ekonomi setiap negara, tak terkecuali Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, hal itu sudah terlihat dari perlambatan impor yang terjadi di bulan Januari dan Februari tahun ini.




Kendati demikian, satu hal yang membuat Darmin tetap optimis adalah jumlah penduduk RI yang besar. Menurutnya, hal itu berpotensi menciptakan permintaan domestik yang kuat sehingga roda ekonomi tetap berputar.

Dia pun tak segan menyebut jumlah penduduk yang besar ini merupakan kekuatan tersendiri dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.

"Walaupun ada pengaruh dari luar, tapi di dalam kita ada kekuatan sendiri. Ada kondisi minimum yang selalu kita bisa dapatkan, bahwa karena penduduk kita banyak, ekonomi domestik yang bisa berjalan cukup besar," jelas Darmin di kantornya, Jumat (5/4/2019).

Mantan gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut menambahkan, pemerintah kini masih terus fokus membenahi penetrasi pasar ke luar, yakni melalui berbagai insentif untuk ekspor.

Ekonomi Global Diproyeksi Melambat, RI Andalkan KonsumsiFoto: Menko Perekonomian Darmin Nasution di Gedung Kemenko Perekonomian, 18 Maret 2019.


Terbaru, ADB memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh stagnan tahun ini bila dibandingkan dengan ekspansi di 2018.

Dalam Asian Development Outlook 2019 yang dirilis Rabu (3/4/2019), ADB memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,2% di tahun ini.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target pemerintah sebesar 5,4% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Proyeksi pertumbuhan itu stagnan bila dibandingkan capaian tahun lalu. Di 2020, Indonesia diperkirakan akan mampu tumbuh lebih tinggi sebesar 5,3%.

"Kuatnya konsumsi, yang didorong oleh kenaikan pendapatan, inflasi yang stabil, dan tingginya remitansi mendukung pertumbuhan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, sebagaimana investasi asing di Kamboja dan Vietnam serta proyek infrastruktur besar di negara-negara lain," demikian penjelasan dalam Asian Development Outlook 2019, Kamis (4/4/2019).

Simak video terkait Asian Development Outlook 2019 di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading