Jelang Pilpres 2019, Saham Emiten Kayu Ini Pimpin Top Gainers

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
05 April 2019 10:00
Jelang momen Pemilihan Presiden 2019 pada 17 April mendatang, beberapa saham yang jarang menggeliat di pasar mulai diincar investor.
Jakarta, CNBC Indonesia - Jelang momen Pemilihan Presiden 2019 pada 17 April mendatang, beberapa saham yang jarang menggeliat di pasar mulai diincar investor. Kali ini, giliran saham perusahaan perkayuan PT SLJ Global Tbk (SULI) memimpin top gainers pada perdagangan sesi I, Jumat (5/4/2019).

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada perdagangan sesi pagi ini pukul 09.47 WIB, saham SULI tiba-tiba melesat hingga 14,43% di level Rp 111/saham, dengan nilai transaksi relatif rendah yakni Rp 429 juta dan volume perdagangan harian 3,85 juta saham.
 
Dalam sepekan, saham SULI naik hingga 13% dan year to date atau tahun berjalan saham SULI naik 7%.


Belum ada aksi korporasi terbaru dari perusahaan yang dulunya bernama Sumalindo ini. Namun salah satu sentimen yang mempengaruhi persepsi pasar ialah momen Pilpres 2019 ketika permintaan kayu untuk alat peraga kampanye meningkat.

Situs resmi SLJ mengungkapkan, bisnis perusahaan terbagi menjadi empat lini yakni pengelolaan hutan alam, industri kayu, energi, dan sumber daya energi lainnya.

Beberapa bisnis SLJ di bisnis kayu yakni produk floor base atau kayu lapis khusus untuk bahan baku pembuatan lantai rekayasa, film face atau kayu lapis dengan berbagai jenis veneer, dan finger joint laminating board atau produk kayu cetakan yang menggantikan kayu gergajian dan untuk memproduksi mebel.


Di bisnis energi, perusahaan mengembangkan p
embangkit listrik yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Kalimantan Powerindo dan memiliki total kapasitas produksi 22,5 megawatt.

SLJ didirikan pada 14 April 1980 dengan nama PT Sumalindo Lestari Jaya dan sejak awal dibentuk perseroan mengkhususkan diri di bidang kehutanan dan industri perkayuan.

Pada 
2002 PT Astra International Tbk (ASII) bahkan sempat masuk menjadi pemegang saham mayoritas (75%), lalu kemudian menjual seluruh kepemilikan sahamnya kepada PT Sumber Graha Sejahtera (PT SGS).

Pada November 2016, Amir Sunarko selaku presiden direktur perseroan melakukan transaksi pembelian seluruh saham yang dimiliki SGS (24,63%) mekanisme di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia.


(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading