Saham Farmasi Jadi Beban, Wall Street Ditutup Mixed

Market - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
03 April 2019 05:48
Bursa saham AS ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (2/4/2019) waktu setempat.
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham AS ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (2/4/2019) waktu setempat.

Saham salah satu perusahaan farmasi AS, Walgreens Boots Alliance Inc menjadi faktor pemberat bagi Wall Street, sedangkan 'forecast' atau proyeksi optimitis dari Delta Airlines menjadi penopangnya.

Setelah lompat lebih dari 1% pada hari sebelumnya, Senin (2/4/2019), indeks utama AS tak banyak bergerak. Namun, komentar pesimistis dari Bos IMF Christine Lagarde memberikan sentimen negatif.


Saham Walgreens merosot 12,8% setelah memotong perkiraan pertumbuhan laba 2019 dan melaporkan laba kuartalan yang meleset dari perkiraan analis.

Indeks S&P 500, yang mencakup Walgreens, turun 0,8%. Saham perusahaan saingan CVS Health Corp turun 3,8%. Saham farmasi lainnya AmerisourceBergen Corp, Cardinal Health Inc dan McKesson Corp juga turun.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga turun 0,3%. Namun untuk Nasdaq Composite Indeks masih mengalami kenaikan 0,3%.

Volume perdagangan saat ini adalah 6,45 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,46 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Pada hari perdagagan, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini akan lebih lambat ketimbang proyeksi sebelumnya. Demikian disampaikan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dalam pidato jelang pertemuan musim semi dengan Bank Dunia, Selasa (2/4/2019) waktu setempat.

Menurut dia, ekonomi dunia rentan terhadap guncangan akibat Brexit, tingkat utang yang tinggi, perang dagang, serta kegelisahan di pasar keuangan.

"Ini adalah saat yang sulit yang mengharuskan kita untuk menangani dengan hati-hati," ujar Lagarde.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading