Disebut Murah, Apa Kabar Harga Daging Ayam di Pasar?

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
29 March 2019 15:58
Dari data yang dirilis oleh PIHPS, harga daging ayam ras segar secara rata-rata nasional per 29 Maret 2019 adalah sebesar Rp 32.050/kg
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu beredar kabar bahwa harga jual ayam potong hidup (live birds) di pasaran terus mengalami penurunan.

Bahkan gara-gara hal tersebut, harga saham beberapa emiten peternak seperti, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) terkoreksi cukup dalam.

Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, saham CPIN terkoreksi paling dalam 11,19% di level Rp 6.350/saham dengan nilai transaksi Rp 65 miliar dan volume perdagangan 9,73 juta saham.


Namun bagaimana nasib harga ayam di tingkat eceran?

Berdasarkan penelusuran Tim Riset CNBC Indonesia, harga ayam ras di pasar tradisional juga ikut turun.

Dari data yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga daging ayam ras segar secara rata-rata nasional per 29 Maret 2019 adalah sebesar Rp 32.050/kg dan merupakan yang paling rendah di 2019.

Sebagai informasi, harga tersebut merupakan harga ayam ras tanpa jeroan dengan kualitas segar yang dijual secara eceran di pasar tradisional 34 ibu kota provinsi. Data yang tertera di PIHPS juga merupakan hasil survei kerjasama pemerintah dengan Bank Indonesia (BI). Sampel yang diambil dari pasar tradisional.

Bila ditinjau sejak awal 2019, harga ayam ras telah mengalami penurunan hingga 19,27%. Per 1 Januari 2019, harga ayam ras di pasar tradisional mencapai Rp 40.500/kg dan merupakan yang paling tinggi di 2018.



Namun sejatinya, penurunan harga paling curam terjadi pada Januari, di mana selama satu bulan harga daging ayam turun hingga 17,16%.

Sedangkan penurunan harga pada Februari dan Maret masing-masing hanya 2,24% dan 2,29%.

Turunnya harga ayam eceran memang lumrah terjadi sepanjang Januari-Maret. Akan tetapi kasus yang terjadi pada 2019 bisa dibilang lebih parah. Pasalnya sepanjang periode Januari-Maret 2018, penurunan harga daging ayam ras hanya 7,25%.

Dengan melihat fenomena ini, tampaknya memang terjadi kelebihan pasokan ayam di pasar. Sebab, kala pasokan meningkat, penjual eceran pun juga akan menurunkan harga demi bisa bersaing di pasar. Di satu sisi, ini akan menguntungkan konsumen sehingga tingkat konsumsi rumah tangga dapat dipertahankan.

BI juga memprediksi harga daging ayam ras akan memberi andil deflasi 0,06% pada Indeks Harga Konsumen Maret 2019.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading