Kunci dari Pertumbuhan Indonesia adalah CAD!

Market - Iswari Anggit Pramesti, CNBC Indonesia
27 March 2019 12:39
Kunci dari Pertumbuhan Indonesia adalah CAD!
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) optimistis di 2019 ekonomi Indonesia bisa stabil dan tumbuh lebih baik. Namun, untuk mewujudkannya pemerintah perlu memperbaiki current account defisit (CAD) atau defisit transaksi berjalan.

Pasalnya, kestabilan ekonomi dan pertumbuhan yang lebih baik, sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni; Fed Policy (kebijakan bank sentral Amerika), tingkat inflasi, dan CAD.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menyebutkan, dua dari tiga faktor utama yakni Fed Policy dan tingkat inflasi, sudah menunjukkan indikasi positif, sehingga menyisakan CAD yang perlu menjadi fokus pemerintah dan kementerian/ lembaga terkait.


Sebagai informasi, pada tahun 2018, CAD Indonesia sebesar US$ 31,1 miliar atau setara dengan 2,98% dari PDB. Pada tahun 2019 ini, BI berharap CAD mampu menuju ke level 2,5% PDB.

Foto: CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki


"Apa yang buat kami optimis; karena dua dari tiga faktor tersebut tampaknya akan lebih baik. Inflasi kita berada pada range yang baik, antara 3% sampai 3,5%. Perhitungan kami tingkat inflasi undercontrol. Kemudian Fed Policy pun sudah mencapai puncaknya. Pasar sekarang bicaranya kapan Fed akan menurunkan suku bunganya, bukan menaikkan lagi, tapi kalaupun naik hanya satu kali lagi. Sekarang, tinggal CAD," ujarnya saat memberi pemaparan dalam Seminar Nasional: Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan, Rabu (27/3/2019).

"Kalau kita bisa menjaga CAD kita menuju ke level 2,5% bahkan 2% dari PDB, maka kita punya situasi yang stabil, funding akan datang ke Indonesia, dan pertumbuhan ekonominya lebih tinggi."

Ia menjelaskan, komponen utama penyusun current account ada tiga, yakni; transaksi perdagangan (selisih ekspor-impor barang), transaksi pendapatan primer dan sekunder (hasil investasi, transfer remitansi, hibah, dan lain sebagainya), dan transaksi jasa. Dengan demikian, untuk memperbaiki CAD juga diperlukan solusi seputar tiga komponen tersebut.

"Jadi bagaimana cara kita bisa surplus? Pertama, harus mendorong ekspor, kedua, diperlukan diversifikasi ekspor, dan ketiga, impor energinya harus lebih kecil."

Menurut Mirza, solusi pertama sangatlah penting, mengingat ekspor menjadi kunci pembiayaan current account, selain aliran modal masuk. Namun, karena saat ini kondisi ekonomi global masih penuh tekanan dan ketegangan, sehingga harga komoditas bergejolak, maka diperlukan solusi kedua yakni diversifikasi ekspor. Apalagi jika Indonesia tidak hanya mengekspor barang mentah, melainkan barang produksi yang telah memiliki nilai tambah.

Dan yang tidak kalah penting ialah menerapkan solusi ketiga, yakni mengurangi impor energi. Oleh karena itu, Mirza menyarankan pemerintah dan kementerian/ lembaga terkait bisa lebih menggalakkan substitusi energi, seperti kebijakan B20.

"Current account ini yang harus kita selesaikan kalau mau menjaga kestabilan ekonomi dan grow dengan baik," tandasnya.






(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading