Transfer Kuota, Indo Tambangraya Siap Penuhi DMO 25%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 March 2019 17:55
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyatakan siap memenuhi kewajiban alokasi pasokan batu bara dalam negeri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen emiten tambang batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyatakan siap memenuhi kewajiban alokasi pasokan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) 25% tahun ini melalui transfer kuota batu bara.

Direktur Indo Tambangraya Jusnan Ruslan mengakui perseroan belum memenuhi kewajiban DMO pada tahun lalu. Sebab, penjualan perusahaan di dalam negeri baru mencapai 11,91% atau 2,8 juta ton dari seluruh total penjualan sebesar 23,5 juta ton.

"Tahun 2018 kan sesuai regulasi 25%, kami belum memenuhi DMO dari hasil penjualan. Tahun ini kami akan memenuhi penjualan [DMO] dan juga akan transfer kuota," ujar Jusnan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Grand Sheraton, Jakarta, Senin (25/3/2019).



Jusnan menambahkan, hingga saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum secara resmi mematok persentase kewajiban DMO, tapi ia meyakini hal itu tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

"Untuk 2019 saat ini belum ada official yang disampaikan Dirjen Minerba ESDM, namun angka yang ada, indikasinya 25-26 persen DMO, kami akan mematuhi regulasi yang ada," tuturnya.

Sepanjang tahun lalu, ITMG membukukan laba bersih sebesar US$ 261,95 juta, naik 3,5% dari capaian tahun 2017 sebesar US$ 253 juta.

Perseroan membukukan nilai penjualan US$ 2 miliar, naik 18,82% dari tahun 2017 senilai US$ 1,68 miliar.

Direktur Utama ITMG Kirana Limpaphayom mengatakan naiknya laba bersih perusahaan sejalan dengan kenaikan rata-rata harga jual batu bara tahun 2018 di level US$ 81/ton, naik 11% dari tahun 2017 sebesar US$ 72,7/ton.

Perusahaan juga mengakuisisi perusahaan tambang batu bara PT Nusa Persada Reseources (NPR), sehingga menambah cadangan batu bara ITMG menjadi 77 juta ton. Dengan demikian, total cadangan batu bara perseroan menjadi sebesar 354 juta ton.

"Kenaikan harga batu bara disebabkan kenaikan permintaan global," imbuh Kirana.

Secara terpisah, Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) mengestimasikan alokasi DMO untuk batu bara tahun ini sebesar 128 juta ton.

Alokasi DMO tersebut diambil dari target produksi batu bara nasional di tahun ini yang sebesar 479,8 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dari target di 2018 yang tercatat 485 juta ton. Pada tahun lalu realisasi DMO hanya 21,7% atau belum mencapai target 25%.


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading