Garang Dua Pekan Beruntun, Rupiah Kok Gak Menguat Signifikan?

Market - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
23 March 2019 13:30
Garang Dua Pekan Beruntun, Rupiah Kok Gak Menguat Signifikan?
Jakarta, CNBC IndonesiaNilai tukar rupiah saat ini masih terbilang stabil pada level Rp 14.160/US$, meski pada penutupan pasar di Jumat mengalami pelemahan 0,18%.

Memang jika dilihat selama sepekan penuh, nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan 0,67%. Namun, penguatan nilai tukar rupiah ini tidak signifikan.


Menurut Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto, aliran dana asing yang masuk ke domestik memang meningkat, namun peningkatannya masih jauh jika dibandingkan dengan negara lain. Inilah mengapa penguatan rupiah tidak signifikan.


"Makanya rupiah sulit signifikan. Kalau dilihat FDI (foreign direct investment) percentage kita naiknya 2,0% ke 2,1% terhadap PDB (produk domestik bruto), masih jauh dari negara lain," ujarnya dalam pelatihan wartawan di JW Marriott Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Berdasarkan data dari CEIC dan World Development Indicators (WDI), aliran modal asing yang masuk ke Indonesia selama tahun 2018 sebesar 2,1% terhadap PDB. Angka ini meningkat tipis dari tahun sebelumnya yang sebesar 2,0% terhadap PDB.

Sementara Thailand, aliran modal asing yanh masuk ke negaranya mencapai 2,5% terhadap PDB di tahun lalu. Angka ini meningkat cukup besar dari tahun 2017 yang hanya 1,8%. Begitu juga dengan Vietnam, aliran modal asing masuk ke negaranya mencapai 6,5% pada tahun 2018.

Negara yang aliran modal asingnya turun hanya Malaysia, yakni dari 3,0% pada tahun 2017 menjadi 2,1% pada tahun 2018.

"Kita harusnya bisa lebih besar, kita sudah investment grade, harusnya lebih besar dari ini," tegasnya.

Selain itu, Ryan menyebutkan masih ada permasalahan dalam perekonomian Indonesia, yakni ekspor dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). CAD Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai US$ 31,1 miliar atau 2,98% terhadap PDB.

"Kalau yang lainnya sudah bagus, nah CAD-nya saja yang jelek. Ini yang harus diperbaiki bersama," tandasnya.

Saksikan video penjelasan BI soal potensi penurunan bunga acuan di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading