Tak Bisa Ditaklukkan Dolar, Apa Rupiah Akan Berjaya Hari Ini?

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
21 March 2019 09:34
Tak Bisa Ditaklukkan Dolar, Apa Rupiah Akan Berjaya Hari Ini?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan Nilai tukar rupiah betul-betul bisa menahan keberingasan dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS yang sempat berada di atas Rp 14.200/US$, kini sudah didorong di Rp 14.100/US$.

Pada Kamis (21/3/2019), US$ 1 dibanderol Rp 14.100 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,56% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, mata uang Garuda menjadi satu-satunya mata uang yang gagal ditaklukkan greenback. Di tengah sejumlah mata uang kawasan tertekan karena penguatan dolar AS, rupiah justru stand out.


Penguatan rupiah yang terasa spesial ini tak lepas dari derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan, baik itu di pasar saham maupun obligasi pemerintah.




Di pasar saham, investor asing membukukan beli bersih Rp 260,6 miliar yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,04% meskipun sepanjang hari IHSG menghabiskan waktu di zona merah.

Sementara di pasar obligasi pemerintah, imbal hasil (yield) surat utang mayoritas bergerak turun. Penurunan yield obligasi pemerintah menandakan harga instrumen ini sedang naik karena tingginya minat pelaku pasar.

Selain aliran 'uang panas', keperkasaan rupiah juga ditopang dari perkembangan harga minyak. Bagi rupiah penurunan harga minyak adalah berkah terutama bagi negara net importir minyak seperti Indonesia.

Ketika harga minyak turun, maka biaya impor akan lebih murah. Devisa yang dikeluarkan untuk keperluan impor menjadi lebih sedikit sehingga mengurangi tekanan di transaksi berjalan.

Penguatan yang terjadi kemarin, membuat apresiasi rupiah terjadi selama empat hari beruntun. Keperkasaan rupiah menjadi rantai penguatan terpanjang sejak 22 - 28 Januari.




Lantas, apakah penguatan rupiah akan berlanjut?

Berdasarkan analisis teknikal, secara tren jangka pendek rupiah cenderung menguat. Namun ruang penguatan rupiah semakin terbatas ketika mendekati level Rp 14.140/US$.

Ruang penguatan rupiah secara momentum masih cukup terbuka, lantaran belum memasuki wilayah jenuh (overbought) yang di lihat dari indikator teknikal stochastic slow.

Keputusan bank sentral AS (The Federal Reserve) yang menahan bunga acuannya dan mengindikasikan sikap dovish, pun menjadi angin segar bagi pergerakan rupiah ke depan.

Rupiah juga menanti keputusan Bank Indonesia hari ini. Apakah tetap menahan bunga acuan sesuai ekspektasi pasar, atau justru membuat kejutan?


BACA : BI Diramal Tahan Bunga Acuan Bulan Ini, Kapan Turunnya?


Dari 13 ekonom yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus yang dilakukan CNBC Indonesia, seluruhnya sepakat tidak ada perubahan suku bunga acuan. Aklamasi, tidak ada dissenting opinion.

Saat ini, indeks dolar (yang mengukur greenback dibandingkan enam mata uang utama dunia) jatuh 0,6% ke posisi 95,806. Ini merupakan posisi dolar AS terendah sejak 4 Februari.



(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading