Tunggu Keputusan The Fed, Wall Street Diproyeksi Menguat

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
19 March 2019 21:23
Tunggu Keputusan The Fed, Wall Street Diproyeksi Menguat
New York, CNBC Indonesia - Wall Street diproyeksikan bergerak di zona hijau pada awal perdagangan hari ini. Indeks Dow Jones menguat 0,5%, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite menguat masing-masing sebesar 0,46%.

Ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan bersikap dovish usai menggelar pertemuan yang dimulai hari ini waktu setempat memantik aksi beli di bursa saham Negeri Paman Sam.

Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 19 Maret 2019, terdapat peluang sebesar 98,7% bahwa The Fed akan menahan tingkat suku bunga acuan pada pertemuan bulan ini.



Selain mengumumkan tingkat suku bunga acuannya yang terbaru, The Fed juga akan merilis dot plot versi terbaru.

Sebagai catatan, dot plot merupakan sebuah survei dari para anggota FOMC (Federal Open Market Committee) selaku pengambil keputusan terkait proyeksi mereka atas tingkat suku bunga acuan pada akhir tahun.

Median dari dot plot terakhir yang dirilis The Fed menunjukkan bahwa akan ada kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 bps pada tahun ini. Kini, investor berharap bahwa median dari dot plot akan mengimplikasikan kenaikan suku bunga acuan yang tak begitu agresif, tak ada kenaikan sama sekali, atau bahkan pemangkasan.

Kontrak Federal Funds Futures menunjukkan bahwa terdapat peluang sebesar 23,4% The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada tahun ini. Probabilitas tersebut meningkat dibandingkan posisi minggu lalu yang 21,6%.


Foto: Ketua Dewan Federal Reserve AS Jerome Powell berpartisipasi dalam diskusi Economic Club di Washington, AS, 10 Januari 2019. REUTERS / Jim Young


Hasil dari pertemuan The Fed akan diumumkan pada Kamis (21/3/2019) dini hari waktu Indonesia. Di tengah risiko eskalasi perang dagang AS-China, tentu tingkat suku bunga acuan di level yang rendah menjadi opsi terbaik.

Seperti dilansir dari South China Morning Post yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dikabarkan akan kembali diundur hingga bulan Juni.

Sejatinya, pertemuan ini direncanakan untuk digelar pada bulan Maret, kemudian dikabarkan diundur hingga bulan April, lalu kini kembali dikabarkan diundur hingga pertengahan tahun.

Dengan semakin berlarut-larutnya negosiasi dagang antar kedua negara, kemungkinan bahwa keduanya tidak bisa mencapai kesepakatan menjadi semakin besar. Jika ini yang terjadi, maka perang dagang justru akan tereskalasi.

TIM RISET CNBC INDONESIA (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading