Chatib Basri: Neraca Dagang Februari Defisit US$ 800 Juta

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 March 2019 17:43
Chatib Basri: Neraca Dagang Februari Defisit US$ 800 Juta Foto: Arie Pratama
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Menteri Keuangan RI Chatib Basri memproyeksikan neraca perdagangan pada Februari 2019 kembali mencatakan defisit sebesar US$ 700-800 juta, lebih rendah dari periode Januari 2019 yang defisit US$ 1,2 miliar.

Di awal tahun, tercatat kinerja ekspor Indonesia hanya mencapai US$ 13,87 miliar sedangkan impornya jauh lebih besar, yakni US$ 15,03 miliar.

"Kalau lihat neraca perdagangan masih mengalami defisit bulan ini, BPS akan umumkan trade balance besok, perkiraan saya masih akan defisit, bulan lalu US$ 1,2 milliar, bisa ke US$ 700-800 juta, tapi masih akan defisit," kata Chatib saat menjadi pembicara dalam acara diskusi ekonomi dan politik 2019 di Bursa Efek Indonesia, Kamis (14/3/2019).


Berdasarkan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor terkontraksi alias minus 4,26% year-on-year (YoY), impor naik tipis 0,4% YoY, dan neraca perdagangan minus US$ 841 juta.

Chatib Basri: Neraca Dagang Februari Defisit US$ 800 JutaFoto: Reuters


Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu menjelaskan, defisit terjadi lantaran Indonesia masih membutuhkan impor untuk mengimpor bahan baku dan barang modal untuk aktivitas produksi di dalam negeri.

"Saya katakan 90% masih butuh bahan baku, kalau impor dilarang tak ada mesin, tak ada bahan baku, tak ada produksi, kita masih butuh waktu kalau current account surplus," ujar dia.

Karena itu, ia menilai pada tahun ini masih sulit untuk mengatakan transaksi berjalan akan berada di level 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto, karena Indonesia masih akan menghadapi tantangan harga komoditas yang masih akan bergejolak, belum lagi perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

"Jadi memang akan sangat tergantung dari apa yang terjadi sama China dan harga-harga komoditas, tidak mudah bicara CAD yang jauh lebih rendah," ujar dia.







(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading