Permintaan China Masih Lesu, Harga Batu Bara Acuan Terkoreksi

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
04 March 2019 20:27
Permintaan China Masih Lesu, Harga Batu Bara Acuan Terkoreksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada hari ini (4/3/2019) kembali merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode Maret 2019 yang jatuh di posisi US$ 90,57/metrik ton.

Harga acuan tersebut turun 1,34% dari bulan Februari yang sebesar US% 91,8/metrik ton. Dengan begini, sudah tujuh bulan berturut-turut HBA diturunkan oleh pemerintah.




Dalam rilisnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu bara Kementerian ESDM, Muhamad Hendrasto mengatakan bahwa turunnya HBA diakibatkan oleh turunnya permintaan, yang salah satunya berasal dari China.

Memang, selain banyak mengimpor batu bara dari Australia dan Indonesia, China juga terbilang aktif menghasilkan produk batu bara domestik.

Selain itu Purchasing Manager's Indeks (PMI) manufaktur China periode Februari yang sebesar 49,5 juga menunjukkan aktifitas manufaktur yang masih terus terkontraksi. Dengan begitu permintaan energi, yang 59% masih disumbang oleh batu bara, juga akan terpangkas.

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Bila melihat tren pergerakan harga batu bara Newcastle, yang sering dijadikan acuan, pada bulan Februari memang harganya masih terus mengalami tren penurunan. Tercatat sepanjang Februari 2019, harga batu bara Newcastle mengalami pelemahan hingga 2,98%.

Sebagai informasi, kontrak pembelian baru bara Newcastle mengacu pada batu bara dengan kalori 6000 kcal/kg.



Saksikan Video : Strategi Hilirisasi Batu Bara PTBA

[Gambas:Video CNBC] (taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading