Rekor! Saham Gudang Garam Tembus Level Tertinggi Sejak IPO

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
01 March 2019 16:45
Harga saham ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan milik Keluarga Wonowidjojo.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menutup perdagangan pekan ini, Jumat (1/3/2019), harga saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencapai level tertinggi sepanjang sejarah saham ini tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1990 atau 29 tahun.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham berkode GGRM ditutup menguat 7,41% ke level harga Rp 91.725/saham. Harga saham ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan milik Keluarga Wonowidjojo ini.

Pada level harga tersebut total nilai kapitalisasi pasar saham Gudang Garam mencapai Rp 176,28 triliun. Nilai kapitalisasi pasar tersebut merupakan yang terbesar ke-8 dari seluruh saham yang tercatat di BEI.

Gudang Garam resmi tercatat di BEI pada 27 Agustus 1990. Pada saat penawaran di pasar perdana saat itu, saham GGRM dilepas pada harga Rp 10.250/saham. Artinya sejak IPO harga saham Gudang Garam naik 794,88%.


Secara valuasi, price to earning ratio (PER) saham GGRM tercatat 22,98x. Nilai tersebut relatif lebih murah dibandingkan dengan kompetitornya yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) pada level 35,32x.

Dibandingkan perusahaan rokok lainnya, PT Bentoel Intenational Tbk (RMBA) PER-nya sebesar 23,88x dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) senilai 16x. PER adalah rasio yang menggambarkan bagaimana keuntungan perusahaan atau emiten saham terhadap harga sahamnya.

Gudang Garam merupakan perusahaan rokok yang telah berdiri sejak 1958 di Kota Kediri, Jawa Timur. Produk Gudang Garam bisa ditemukan dalam berbagai variasi, mulai sigaret kretek klobot (SKL), sigaret kretek linting-tangan (SKT), hingga sigaret kretek linting-mesin (SKM).


Gudang Garam belum menyampaikan rilis laporan keuangan setahun penuh 2018. Hingga kuartal III-2018 Gudang Garam mencatatkan laba bersih sebesar Rp 5,76 triliun pada kuartal III-2018. Angka ini meningkat 6,31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 5,42 triliun.

Kenaikan ini disebabkan kenaikan pendapatan lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan perusahaan. Pendapatan GGRM naik 13,6% menjadi Rp 69,89 triliun.

Adapun biaya pokok penjualan mengalami kenaikan 16,06% dari Rp 48,4 triliun menjadi Rp 56,18 triliun. Adapun beban usaha naik dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 5,51 triliun.

Pada sembilan bulan pertama 2018, total aset GGRM mencapai Rp 66,751 triliun. Angka ini turun tipis dibandingkan aset GGRM pada Desember 2017 sebesar Rp 66,76 triliun.

Adapun total kewajiban mengalami penurunan dari Rp 24,57 triliun menjadi RP 23,82 triliun. GGRM memiliki ekuitas Rp 42,93 triliun.


(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading