Ekonomi Jepang Loyo, Bursa Saham Asia Berguguran

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
22 February 2019 09:09
Ekonomi Jepang Loyo, Bursa Saham Asia Berguguran
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham utama kawasan Asia dibuka di zona merah pada perdagangan terakhir di pekan ini: indeks Nikkei turun 0,41%, indeks Shanghai turun 0,09%, indeks Hang Seng turun 0,53%, indeks Straits Times turun 0,64%, dan indeks Kospi turun 0,28%.

Bursa saham Benua Kuning melemah kala AS dan China sudah kian dekat dalam mencapai kesepakatan dagang.

"Saya bisa katakan bahwa kami sedang memasuki fase sprint terakhir. Kedua pihak sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu," tutur seorang anggota delegasi China kepada Reuters.


Sebelumnya, Reuters memberitakan bahwa AS dan China sudah mulai menyusun nota kesepahaman untuk mengakhiri perang dagang yang sudah berjalan selama 7 bulan.

Delegasi kedua negara kini menyusun sebanyak 6 nota kesepahaman yang mencakup berbagai isu yakni pemaksaan transfer teknologi & pencurian kekayaan intelektual, hak kekayaan intelektual, sektor jasa, nilai tukar, agrikultur, dan halangan non-tarif (non-tariff barrier) di bidang perdagangan, menurut 2 orang sumber yang mengetahui masalah tersebut, seperti dilansir dari Reuters.

Kedua negara ingin mencapai kesepakatan paling lambat pada tanggal 1 Maret, yang merupakan tanggal berakhirnya periode gencatan senjata bidang perdagangan antara AS dan China.

Sebagai informasi, sepanjang pekan ini AS dan China menggelar negosiasi dagang di Washington. Pada hari Selasa dan Rabu, negosiasi yang digelar adalah di tingkat wakil menteri, sementara negosiasi tingkat menteri digelar pada hari Kamis dan Jumat.

Data ekonomi Jepang yang mengecewakan membuat bursa saham Asia tak bisa berbicara banyak. Pada pagi hari ini, tingkat inflasi Jepang periode Januari 2019 diumumkan di level 0,2% YoY, turun dari capaian bulan sebelumnya yang sebesar 0,3% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics.

Tingkat inflasi bulan Januari merupakan yang terlemah sejak Oktober 2017. Lemahnya tingkat inflasi menunjukkan bahwa perekonomian Jepang sedang berada dalam tekanan.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin (21/2/2019), perlambatan ekonomi Jepang ditunjukkan oleh pembacaan awal untuk data Nikkei Manufacturing PMI periode Februari 2019 yang diumumkan di level 48,5, lebih rendah dibandingkan konsensus yang sebesar 50,4, seperti dilansir dari Trading Economics.

Angka di bawah 50 menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur Jepang mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, tekanan bagi perekonomian Jepang tentu akan menghantam laju perekonomian dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading