Gara-gara The Fed, Harga Emas Kembali Merosot

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
21 February 2019 18:51
Gara-gara The Fed, Harga Emas Kembali Merosot
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas sore hari ini (21/2/2019) masih terus berada di zona merah.

Hingga pukul 17:20 WIB, harga emas kontrak April di pasar COMEX turun 0,88% ke posisi US$ 1.336,2/troy ounce, setelah menguat 0,23% pada perdagangan kemarin (20/2019).

Selama sepekan, harga emas sudah terkerek naik 1,68% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga logam mulia ini tercatat menguat 4,27%.




Sentimen negatif bagi harga emas kali ini berasal dari bank sentral Amerika Serikat.

Pada dini hari tadi, The Federal Reserves (The Fed) merilis notulen rapat yang digelar pada Januari lalu.

Hasil rapatnya sesuai prediksi pasar, dimana The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2,25%-2,5% atau median 2,375%.

Akan tetapi pelaku pasar dibuat agak grogi lantaran aroma dovish The Fed agak berkurang.

Memang, posisi (stance) The Fed sudah jauh berubah dibandingkan tahun lalu yang menaikkan suku bunga sampai empat kali.

Namun kemudian ada kalimat yang membuat pelaku pasar menafsir bahwa masih ada kemungkinan The Fed mengubah haluan menjadi kembali hawkish.

"Banyak peserta rapat berpandangan bahwa menahan suku bunga acuan di tingkat yang sekarang untuk beberapa waktu bisa menimbulkan risiko. Oleh karena itu, jika ketidakpastian berkurang, maka The Fed perlu meninjau kembali stance sabar-nya," seperti yang tertulis dalam notulen rapat The Fed.

Bila memang The Fed berpotensi menaikkan suku bunga acuannya, maka dolar juga bisa kembali perkasa.

Tak ayal nilai Dollar Index (DXY) yang mencerminkan posisi greenback relatif terhadap enam mata uang utama dunia hari ini menguat 0,19% ke level 96,64.

Pergerakan harga emas memang akan berkorelasi negatif dengan nilai dolar. Pasalnya bila dolar relatif perkasa, maka harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Selain itu, saat dolar berpotensi menguat, maka keuntungan yang didapat dengan menyimpan dolar akan jauh lebih besar ketimbang menahan emas.

Alhasil, emas sedikit kehilangan daya tariknya.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading