Investor Realisasikan Keuntungan, Bursa Saham Asia Melemah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
14 February 2019 17:38
Investor Realisasikan Keuntungan, Bursa Saham Asia Melemah
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia mengakhiri hari di zona merah: indeks Nikkei turun 0,02%, indeks Shanghai turun 0,05%, dan indeks Hang Seng turun 0,23%. Sementara itu, indeks Straits Times naik 0,26% dan indeks Kospi naik 1,11%.

Sejatinya, ada sentimen positif yang bisa mendukung aksi beli di bursa saham kawasan regional yakni damai dagang AS-China. Pada hari ini, Bloomberg melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk memperpanjang periode gencatan senjata bidang perdagangan dengan China selama 60 hari, menurut orang-orang yang familiar dengan hal tersebut.

Jika tak diperpanjang, bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 200 miliar akan dinaikkan menjadi 25% (dari yang saat ini 10%) mulai tanggal 2 Maret.


Jika periode gencatan senjata benar-benar diperpanjang, maka kesepakatan dagang secara permanen menjadi kian mungkin untuk dicapai kedua negara. Sebagai informasi, pada hari ini dan besok negosiasi dagang tingkat menteri digelar di Beijing, melibatkan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

Data ekonomi yang dirilis di China juga membawa kabar gembira. Ekspor periode Januari 2019 diumumkan melesat sebesar 9,1% YoY, jauh mengalahkan konsensus yang memperkirakan kontraksi sebesar 3,2% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics. Sementara itu, impor hanya turun tipis 1,5% YoY, lebih baik dari konsensus yang memperkirakan penurunan hingga 10% YoY.

Bursa saham regional melemah lantaran investor merealisasikan keuntungan yang sudah didapatkan. Maklum, dalam beberapa hari perdagangan terakhir bursa saham Asia terus menghijau: indeks Nikkei sudah menguat selama 2 hari berturut-turut, indeks Hang Seng menguat 3 hari berturut-turut, dan indeks Shanghai menguat 5 hari berturut-turut.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading