BUMI Cari Investor Bangun Kawasan Batuta Rp 35 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
12 February 2019 19:20
BUMI Cari Investor Bangun Kawasan Batuta Rp 35 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMIbakal membangun kawasan industri kimia Batuta atau Batuta Chemical Industrial Estate di Bangalon, Kalimantan Timur.

Pembangunan kawasan ini diperkirakan memakan dana senilai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Direktur Utama Bumi Resources Ari Saptari Hudaya mengatakan pembangunan kawasan ini akan dilakukan dengan menggaet investor dengan skema perusahaan patungan (joint venture). Penawaran Investasi ini akan dilakukan setelah studi kelayakan bisnis atau feasibility study bisa rampung pada Juni tahun ini.



"Itu salah satu pengembangan diversifikasi dari industri pertambangan batu bara yang sudah ada. Batuta itu adalah tempat atau industrial estate yang kami siapkan untuk membuat hilirasi batu bara. Batu bara di-gasifikasi metanol, dari methanol menjadi fuel diesel," kata Saptari di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Di sana, BUMI akan membangun dua fasilitas produksi. Pertama, untuk gasifikasi dan kedua untuk fasilitas produksi diesel. Untuk mendukung dua fasilitas tersebut, akan dibangun pembangkit listrik (power plan).

Fasilitas ini akan menyerap batu bara berkalori 4.200 kcal/kg sebanyak 5 Juta ton per tahun. Penggunaannya terbagi 3 juta ton untuk proyek gasifikasi dan 2 juta ton lain untuk pembangkit listrik.

Hasil bahan bakar diesel ini rencananya digunakan untuk produksi internal Bumi Resources dalam rangka efisiensi biaya produksi, mengingat biaya energi untuk seluruh tambang yang dimiliki mencapai 30% dari total biaya produksi perusahaan yang nilainya mencapai US$ 600 juta.

"Kalau methanol kan bisa dijual ke mana-mana. Indonesia masih impor. Domestik aja dulu nanti pasarnya, yang fuel pakai sendiri dong," tandas dia.

Sesuai dengan rencana, kawasan ini mulai dibangun pada 2020 setelah perusahaan mendapatkan kepastian investor yang akan ikut berpartisipasi dalam proyek tersebut. Pengoperasian kawasan ini ditargetkan bisa dimulai pada 2023 atau 2024. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading