Tak Apa Rupiah Bergejolak & CAD Tinggi, Asal...

Market - Prima Wirayani & Prima Wirayani, CNBC Indonesia
04 February 2019 18:00
Tak Apa Rupiah Bergejolak & CAD Tinggi, Asal...
Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat bergolak liar akhir tahun lalu akibat berbagai gejolak eksternal yang diperparah dengan kondisi defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) RI yang terus melebar.

Namun, hal itu tampaknya tidak membuat Kepala Ekonom dan Direkur Pelaksana DBS Bank Taimur Baig cemas.

"Nilai tukar rupiah dapat bergerak naik turun karena pengaruh sentimen global. Tapi, selama bantalan perekonomian Indonesia kuat, baik dalam hal cadangan devisa maupun likuiditas, saya pikir Indonesia dapat menghadapi volatilitas ini," ujarnya dalam wawancara dengan Safrina Nasution dari CNBC Indonesia Televisi.


Ia mengakui bahwa banyak pihak melihat kondisi neraca transaksi berjalan Indonesia sebagai sebuah kendala.


Indonesia merupakan ekonomi yang harus mengimpor bahan bakar olahan. Oleh karena itu, jika harga bahan bakar naik, maka posisi neraca transaksi berjalan otomatis akan terus melebar, kata Baig.

"Kita tahu tidak banyak yang dapat dilakukan kecuali memperketat kebjakan untuk menguatkan permintaan. Itulah yang BI lakukan tahun lalu," ujarnya.

"Tapi, di luar itu, jika transaksi berjalan melebar akibat permintaan impor yang kuat, karena kebutuhan aliran modal, karena perlunya siklus investasi, itu berarti defisit yang bagus," tegasnya.

Tidak semua defisit sama, kata Baig. Defisit yang buruk adalah defisit yang didorong oleh konsumsi, namun defisit baik adalah yang didorong oleh permintaan dan investasi.

"Jadi, jika defisit indonesia melebar karena dorongan yang baik, saya tidak akan mengkhawatirkan hal itu," tambahnya.


Simak video wawancara Taimur Baig berikut ini:
[Gambas:Video CNBC]





(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading