Kok Asing Jual Saham BCA Sampai Rp 300 M, Kenapa?

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
04 February 2019 16:25
Kok Asing Jual Saham BCA Sampai Rp 300 M, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemodal asing pada perdagangan hari ini, Senin (4/2/2019), melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Perbaikan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) membuat para fund manager asing menarik dana dari saham-saham berkapitalisasi besar di Indonesia.

Akumulasi net sell (jual bersih) investor asing pada saham BCA mencapai Rp 300,88 miliar dari total nilai transaksi senilai Rp 703,33 miliar. Harga saham BCA terkoreksi 2,34% ke level harga Rp 27.500/saham.

Kuatnya data tenaga kerja AS yang sempat memantik aksi beli di pasar saham tanah air pada akhirnya justru menjadi bumerang.

Akhir pekan lalu, Jumat (1/2/2019), data penciptaan lapangan kerja sektor non-pertanian di AS untuk periode Januari 2019 diumumkan sebanyak 304.000, jauh mengungguli ekspektasi yang sebanyak 165.000, seperti dilansir dari Forex Factory.


Terlepas dari partial government shutdown yang melanda sepanjang bulan lalu, ternyata optimisme pelaku usaha tetap tinggi, dibuktikan oleh pesatnya penciptaan lapangan kerja.

Lantas, timbul persepsi bahwa The Federal Reserve selaku Bank Sentral AS masih akan menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini.

Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 3 Februari 2019, kemungkinan bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 1 kali (25 bps) pada tahun ini adalah sebesar 4,2%.

Ini membuat saham-saham perbankan lainnya mengalami tekanan yang cukup dalam.

Data tenaga kerja tersebut menunjukkan ekonomi AS masih tetap kuat. Dan dana pun kembali mengalir ke pasar keuangan AS. Hasil lainnya, semua kurs mata uang dunia melemah terhadap dolar AS.

Simak interview bersama Vera Eve Lim, Direktur Keuangan BCA.

[Gambas:Video CNBC] (hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading