Maaf, Logistik RI Masih Saja Kalah Dari Negara Tetangga

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
03 February 2019 19:00
Maaf, Logistik RI Masih Saja Kalah Dari Negara Tetangga
Jakarta, CNBC Indonesia - Polemik seputar tarif Jalan Tol Trans Jawa yang mahal mau tak mau membawa kepada diskusi perihal performa logistik. Sebab, jalan tol sebagai bagian dari infrastruktur, memiliki peran dalam menopang hal tersebut.

Lantas, bagaimana profil performa logistik Indonesia? Bank Dunia (World Bank) pada Juli 2018 telah merilis laporan Indeks Performa Logistik (LPI) seluruh dunia. Bank Dunia menilai performa logistik suatu negara dalam enam dimensi, yaitu:

1. Efisiensi pemeriksaan di perbatasan oleh custom
2. Kualitas infrastruktur transportasi
3. Kemudahan mengatur pengiriman dengan harga bersaing
4. Kompetensi dan kualitas layanan logistik
5. Kemampuan melacak pengiriman
6. Ketepatan waktu pengiriman


Dalam laporannya, ternyata performa logistik Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.



Nilai total LPI Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 3,15, yang membawanya ke peringkat 46 dari 160 negara di dunia. Masih kalah dari Thailand yang berada di posisi 32, dan Malaysia di posisi 41. Bahkan Vietnam bisa berada di posisi 39.

Bila dilihat lebih dalam, efisiensi proses di perbatasan (custom) merupakan komponen yang memiliki performa paling buruk diantara komponen lainnya, dengan nilai hanya 2,67 (peringkat ke-62 di dunia). Ini mengindikasikan bahwa proses custom clearence di Indonesia masih berbelit-belit.

Hal serupa juga diperlihatkan oleh komponen kualitas Infrastruktur transportasi (rel, pelabuhan, jalan, dan lain-lain) yang hanya senilai 2,90 (peringkat 54 dunia). Ini mengindikasikan bahwa insfrastruktur transportasi di Indonesia masih kurang memberi dukungan bagi kelancaran transportasi logistik. Agaknya memang komitmen pemerintah untuk menggiatkan pembangunan infrastruktur seperti jalan cukup beralasan.

Namun, setidaknya dari segi kemampuan untuk merancang pengiriman dengan biaya yang bersaing, Indonesia masih bisa mengungguli Vietnam dengan nilai 3,23. Efisiensi biaya logistik bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai ini. Bila biaya logistik membengkak akibat biaya transportasi yang mahal akan membuat daya saing logistik Indonesia akan kembali ciut.



Sedangkan, komponen yang paling tinggi nilainya dalam penilaian LPI adalah ketepatan waktu pengiriman. Bahkan dalam komponen penilaian ini Indonesia bisa mengalahkan Malaysia.

Dari pembacaan data secara keseluruhan, memang Indonesia telah naik peringkat dari 63 di tahun 2016 menjadi 46 pada 2018. Namun, efisiensi proses di perbatasan dan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia jika ingin meningkatkan performa logistiknya di tahun-tahun mendatang.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/taa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading