Kemarin Melesat, Hari ini Wall Street Bingung Tentukan Arah

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
31 January 2019 20:29
Kemarin Melesat, Hari ini Wall Street Bingung Tentukan Arah
Jakarta, CNBC Indonesia - Wall Street akan dibuka bervariasi pada perdagangan hari ini: kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan penurunan sebesar 30 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar enam poin dan 65 poin.

Wall Street dibuat bingung dalam menentukan arah pergerakannya. Di satu sisi, hasil pertemuan The Federal Reserve selaku Bank Sentral AS masih mendukung untuk melakukan aksi beli di bursa saham Negeri Paman Sam.

Mempertahankan suku bunga acuan di level 2,25-2,5%, The Fed lagi-lagi mengeluarkan pernyataan bernada kalem alias dovish. The Fed bakal lebih bersabar dalam mengeksekusi kenaikan suku bunga acuan.


"Dalam situasi ekonomi global dan pasar keuangan saat ini, serta tekanan inflasi yang minim, Komite akan bersabar dalam menentukan kenaikan suku bunga acuan berikutnya," tulis pernyataan The Fed.

Tak hanya lebih kalem dalam masalah normalisasi suku bunga acuan, The Fed juga secara tegas menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengubah skema perampingan neracanya.

"Komite siap untuk menyesuaikan setiap detail untuk menyelesaikan normalisasi neraca berdasarkan perkembangan ekonomi dan pasar keuangan," papar The Fed dalam pernyataan resminya.

Dengan berbagai risiko yang kini mengintai perekonomian AS dan dunia, memang normalisasi yang tak kelewat agresif menjadi opsi yang terbaik.

Namun, penguatan yang sudah signifikan pada perdagangan kemarin (30/1/2019) membuat pelaku pasar tergiur untuk melakukan aksi ambil untung. Kemarin, indeks Dow Jones melonjak 1,77%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite terdongkrak naik masing-masing sebesar 1,55% dan 2,2%.

Apalagi, AS masih akan menggelar negosiasi dagang dengan China pada hari ini. Negosiasi dagang kali ini melibatkan tokoh-tokoh penting seperti Wakil Perdana Menteri China Liu He dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sudah mengancam akan menaikkan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 200 miliar menjadi 25% dari yang sebelumnya 10%, jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan dagang hingga tanggal 1 Maret.

Pada pukul 20:30 WIB, data klaim tunjangan pengangguran untuk minggu yang berakhir pada 26 Januari akan diumumkan.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading