IHSG Masih Bisa 'Ngegas' Lagi ke Level 6.500

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
31 January 2019 08:24
IHSG Masih Bisa 'Ngegas' Lagi ke Level 6.500
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan hari ini, Kamis (31/1/2019).

Kemarin, indeks saham mengalami pembalikan arah (technical rebound) setelah dua hari tertekan dan menguat 0,43% ke level 6.464. Dua sektor utama, yaitu konsumer dan keuangan, mendorong indeks naik lebih tinggi.



Pelaku pasar asing kembali mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 304 miliar di pasar reguler. Hingga awal tahun, asing sudah mencatatkan net buy Rp 9,19 triliun di pasar yang sama.


Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, dalam riset hariannya menyebutkan, hari ini indeks berpotensi bergerak pada level 6.318 - 6.542.

"IHSG masih terus menunjukkan pola uptrend jangka pendek dan menengah yang semakin terkonfirmasi, adapun jika terjadi koreksi wajar masih dapat terus dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian," tulis William, Kamis (31/1/2019).

Sementara itu, menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama daily pivot dari Bloomberg menunjukkan support pertama maupun kedua memiliki range pada 6444.762 hingga 6425.336. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range 6474.271 hingga 6484.354.

Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

"Terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance," kata Nafan.



Beberapa sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar dalam negeri adalah perkembangan dari pertemuan yang membahas sengketa dagang AS-China.

Rencananya Wakil Perdana Menteri China Liu He akan melakukan dialog dengan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin di Washington, Rabu dan Kamis waktu setempat. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading