Fokus Investor

Sebelum Trading, Simak Dulu 5 Aksi Emiten Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 January 2019 07:38
Sebelum Trading, Simak Dulu 5 Aksi Emiten Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan penguatan 0,54% ke level 6.482,84 pada perdangan akhir pekan lalu, Jumat (25/1/2019).

Sejalan dengan penguatan IHSG, laju bursa saham di Asia juga ditransaksikan di zona hijau: indeks Hang Seng menguat 1,77%, indeks Nikkei 0,52%, indeks Shanghai Komposit menguat 0,22%, indeks Kospi menguat 2,52%. Sedangkan, indeks Strait Times terkoreksi 0,69%.



Pekan lalu, ada beberapa aksi korporasi yang dilakukan beberapa emiten dan layak disimak kembali oleh investor sebelum perdagangan hari ini, Senin (28/1/2019), dibuka.



1. Bayar Utang ke BCA, Taksi Express Jual Tanah
Emiten transportasi Grup Rajawali, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), menyerahkan aset tanah milik anak usahanya, PT Ekspres Jakarta Jaya senilai Rp 43,44 miliar, kepala PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Aset dua bidang tanah yang diserahkan itu berada di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

"Nilai penyerahan tanah sebesar Rp 43,44 miliar berdasarkan Laporan penilaian aset tanah kosong yang diterbitkan KJPP Teguh Hermawan Yusuf & Rekan yang penugasanna ditunjuk langsung oleh BCA," kata Megawati Affan, Sekretaris Perusahaan Express Transindo Utama, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat (25/1/2019).

Tanah tersebut merupakan bagian dari jaminan atas utang bank Grup Express kepada BCA. Tujuan penjualan tanah ini adalah untuk melunasi sebagian utang Grup Expres kepada BCA yang telah jatuh tempo.


2. Bikin Joint Venture, Blue Bird Gandeng Mitsubishi UFJ
Emiten transportasi PT Blue Bird Tbk (BIRD) membentuk usaha patungan (joint venture) dengan Mitsubishi UFJ Lease & Finance Co. Ltd dan PT Takari Kokoh Sejahtera di bidang lelang. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Blue Bird mengungkapkan pendirian usaha patungan itu dilakukan pada 24 Januari 2019.

"Tujuan pendirian perusahaan patungan ini adalah untuk memperkuat lini bisnis perseroan," kata Purnomo Prawiro, Direktur Utama BIRD.

Dampak pendirian perusahaan patungan akan menunjang kegiatan operasional perseroan dan anak-anak usaha perusahaan yang memiliki beberapa brand jasa transportasi seperti taksi Blue Bird dan bus Big Bird ini.


3. Genjot Kredit Mobil, Astra Sedaya Rilis Obligasi Rp 2,22 T
Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Sedaya Finance bakal menerbitkan obligasi senilai Rp 2,22 triliun yang akan diterbitkan dalam tiga seri dengan tingkat kupon mulai dari 8% per tahun. Masa penawaran obligasi ini akan dilakukan pada 7-8 Februari 2019 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 14 Februari 2019.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan di situs resminya, dana dari obligasi ini akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan konsumen sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan.


4. Terbitkan Obligasi Rp 10 T, Indosat Beri Kupon 8,5%-10,5%
PT Indosat Tbk (ISAT) hari Jumat resmi menerbitkan obligasi dan sukuk korporasi senilai Rp 10 triliun. Rinciannya, obligasi berkelanjutan III senilai Rp 7 triliun dan sukuk senilai Rp 3 triliun. Untuk obligasi berkelanjutan 3, unutk tahap I akan diterbitkan senilai Rp 1,5 triliun yang diterbitkan dalam 5 seri. Seri A dengan tenor 1 tahun kisaran kupon 7,25%-8,25%.

Lalu seri B dengan tenor 3 tahun tingkat kupon ditetapkan 8,50%-9,50%, Seri C dengan tenor 5 tahun dengan tingkat kupon 8,75%-9,75%, Seri D dengan tenor 7 tahun dengan tingkat kupon 9,25%-10,25% dan Seri E dengan tenor 10 tahun dengan tingkat kupon 9,50%-10,50%. Sementara itu, untuk sukuk ijarah berkelanjutan 3, untuk tahap I diterbitkan senilai Rp 500 miliar. Sukuk ini juga akan diterbitkan dalam lima seri.


5. SMF Akan Terbitkan Obligasi Rp 9 Triliun
Sarana Multigriya Finansial (SMF) akan menerbitkan obligasi Rp 9 triliun di tahun ini. SMF akan menggunakan obligasi tersebut untuk keperluan operasional. Penerbitan obligasi ini dilakukan empat kali dalam tahun 2019.

Meski begitu, Direktur Ananta Wiyogo menyatakan kondisi pasar pembiayaan sekunder di tahun 2019 cukup menantang. Perseroannya harus bersaing dengan sejumlah emiten dalam menerbitkan obligasi dan sekuritisasi.


[Gambas:Video CNBC]




(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading