Internasional

Ekonomi Melambat, CEO Global Tenggelam dalam Pesimisme

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
22 January 2019 17:52
Ekonomi Melambat, CEO Global Tenggelam dalam Pesimisme
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala eksekutif dari perusahaan-perusahaan terkemuka dunia mengungkapkan pesimisme yang melonjak drastis akan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan, menurut survei PwC yang dirilis bersamaan dengan World Economic Forum (WEF) di Davos.

Survei terhadap 1.300 lebih CEO di seluruh dunia itu mengungkapkan bahwa hampir 30% pemimpin bisnis percaya pertumbuhan global akan menurun dalam 12 bulan ke depan. Angka ini adalah sekitar enam kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.



Tahun lalu, peningkatan keyakinan para pelaku bisnis ini menyentuh level tertingginya


Risiko baru tahun ini adalah konflik perdagangan yang berada di luar kendali mereka, masalah kebijakan terkait Uni Eropa dan Brexit dan kombinasi perubahan iklim dan aspek-aspek lain seperti itu, kata Bob Moritz, chairman global PwC, kepada CNBC International, Selasa (22/1/2019).

Meskipun awan badai berkumpul di Davos, Moritz mencatat bahwa beberapa perusahaan berusaha mencari peluang bisnis dari perubahan lingkungan.

"Hal ini harus dilihat dari perspektif setiap perusahaan, ada perusahaan-perusahaan yang melihat peluang besar," menurut Moritz, melansir CNBC International.

Penurunan terbesar dalam sentimen berasal dari CEO di Amerika Utara, di mana optimisme mereka turun dari 63% pada 2018 menjadi 37% tahun ini. Sebagian penurunan mungkin disebabkan oleh antusiasme yang memudar akan kebijakan ekonomi yang dibuat Washington.

Ekonomi Melambat, CEO Global Tenggelam dalam PesimismeFoto: Pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, 22 Januari 2019. REUTERS / Arnd Wiegmann

"Apa yang Anda miliki sekarang tidak terlihat lebih baik, Anda melihat lebih banyak kerugian dalam agenda politik dan konflik perdagangan, dan tidak ada janji atau harapan untuk hal lain seperti infrastruktur," jelas Moritz.

Tingkat kekhawatiran atas perang dagang AS-China secara merata dirasakan para eksekutif di kedua negara yang terlibat konflik.

"Sebanyak 98% CEO AS dan 90% CEO China telah menyuarakan keprihatinan ini," menurut perusahaan audit global PwC.


Namun meski ada perang tarif, AS dan China masih tetap menjadi pasar utama untuk menarik investasi di luar pasar dalam negeri para CEO.

AS mempertahankan posisi puncaknya dengan popularitas 27%, turun dari 46% pada 2018, sementara China juga merosot menjadi 24%, turun dari 33%.

Survei ini mengisyaratkan bahwa dampak buruk perdagangan yang mendera negara-negara adikuasa di dunia justru bisa menjadi keuntungan bagi India, yang sedang naik daun dalam daftar tujuan investasi paling menarik dalam daftar PwC.

"Ketika Anda melihat apa yang telah dilakukan oleh Perdana Menteri (Narendra) Modi terhadap negara itu dan langkahnya, lagi-lagi masih ada tantangan, tetapi ada banyak peluang jika Anda melihat tenaga kerja, basis konsumen, dan kebutuhan untuk infrastruktur yang mereka miliki," kata Moritz sembari mengakui bahwa pemilihan yang akan datang di India dapat menjadi ujian utama bagi Modi.

"Bagaimana Anda membuat India yang dari negara yang berfokus pada domestik menjadi pemain global yang lebih besar, saya pikir adalah tantangannya yang mengasumsikan ia akan berhasil memenangkan pemilihan berikutnya dan memanfaatkan peluang," tambahnya.


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading