2019, CIMB Principal Bidik Dana Kelolaan RP 10 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 January 2019 16:09
PT CIMB Prinsipal Asset Management memproyeksikan AUM tahun ini sebesar Rp 10 triliun.
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan manajer investasi PT CIMB Principal Asset Management memproyeksikan dana kelolaan (asset under management/AUM) bisa tembus Rp 10 triliun tahun ini, naik dari akhir Desember 2018 sebesar Rp 7,5 triliun.

Direktur CIMB Principal Mauldy Rauf Makmur mengatakan asumsi pertumbuhan AUM reksa dana itu didasarkan pada kondisi makroekonomi yang mulai kondusif, ditandai dengan mulai meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Tidak hanya itu, The Federal Reserve atau bank sentral AS, diperkirakan tidak akan seagresif tahun lalu dalam menaikkan bunga acuan.


"Sentimen itu akan menguntungkan Indonesia karena investor akan balik ke sini [capital inflow]," kata Mauldy, Selasa (22/1/2019) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menyampaikan pertumbuhan investor reksa dana terus terjadi.

Pada akhir tahun 2018, jumlah investor reksa dana meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 995.000 dari tahun 2014 sebanyak 320.000 investor dengan dana kelolaan yang juga naik signifikan.

"Dalam 4 tahun terakhir total dana kelolaan tumbuh lebih dua kali lipat yaitu Rp 242 triliun pada Desember 2014 jadi Rp 505 triliun per Desember 2018," kata Hoesen.

Meski demikian, peningkatan investor reksa dana masih jauh dari potensi investor domestik yang sangat besar. Ia mencontohkan, jika dibandingkan dengan total populasi masyarakat kelas menengah Indonesia yang mencapai 22% dari total populasi tersebut, jumlah investor reksa dana baru mencapai 1,8%.

"Jika dibandingkan dengan total populasi penduduk Indonesia jauh lebih kecil lagi hanya 0,4%," tutur Hoesen.
Artikel Selanjutnya

Demi Jaga Pasar, OJK Perketat Reksa Dana Investor Tunggal


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading