Outlook Sri Mulyani Soal Ekspor-Impor 2019: Tidak Pasti

Market - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
16 January 2019 15:52
Outlook Sri Mulyani Soal Ekspor-Impor 2019: Tidak Pasti
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tak mampu memastikan laju ekspor dan impor di 2019. Pasalnya kondisi global di tahun politik ini tidak bisa terduga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan situasi 2019 masih cukup dinamis di mana situasi yang melibatkan AS dan China tak bisa ditebak.

"Pertumbuhan ekonomi dunia akan alami pelemahan. Sudah konfirmasi dari berbagai sumber. Ada yang memproyeksikan tumbuh 3,7% atau lebih rendah dari yang tadinya 3,9%," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019).


Menurut Sri Mulyani, ekonomi global yang melemah akan memengaruhi keseimbangan eksternal. Terutama, akan mempengaruhi komoditas global.

"AS dan China dalam situasi yang tidak biasa. Pertumbuhan global mempengaruhi komoditas diperkirakan tidak naik tapi turun tajam. Kita berharap stabil karena sektor di ekonomi kita tergantung pada ini [komoditas]," ungkap Sri Mulyani.

Memasuki 2019, Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi masih akan bisa mencapai level 5,3% sesuai dengan APBN 2019. Hal itu ditopang oleh konsumsi baik dari rumah tangga maupun pemerintah.

"Pertumbuhan di sisi permintaan konsumsi di atas 5%, yaitu 5,1% dan konsumsi pemerintah 5,4% serta pembentukan modal domestik bruto 7%," ujar Sri Mulyani.

"Yang tidak pasti ekspor dan impor. Karena ekonomi global, tapi kurang lebih tumbuh 6,3% ekspor dan impor 7,1%. The Fed [bank sentral AS] akan lebih sabar tapi kita tetap waspadai, dan bukan berarti mereka tidak naikkan suku bunga," jelas Sri Mulyani.


(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading