Naiknya Harga Batu Bara Terbantu Kemesraan AS-China

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
14 January 2019 09:51
Naiknya Harga Batu Bara Terbantu Kemesraan AS-China Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu (11/1/2019), harga batu bara Newcastle sedikit menguat sebesar 0,20% ke level US$ 98,05/metrik ton, setelah sebelumnya ditutup melemah sebesar 0,25% di posisi US$ 97,85/metrik ton.


Selama sepekan kemarin, harga batu bara amblas sebesar 1,46%. Sedangkan performa tahunan harga batu bara tercatat melemah sebesar 7,59% (YoY).




Pelemahan ekonomi dunia tetap menjadi faktor utama yang menekan harga batu bara sejak Agustus 2018. Setelah China mengumumkan menurunkan target pertumbuhan ekonominya dari "sekitar 6,5%", menjadi 6-6,5%, JP Morgan juga ikut menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) kuartal I-2019 sebesar 25 basis poin, yang mana hanya akan sebesar 2%.

Hal ini terkait terpukulnya sektor ritel AS akibat masih berlanjutnya goverment shutdown hingga hari ini (hari ke-24).

Saat dua raksasa ekonomi dunia sama-sama menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, maka permintaan energi yang salah satu sumbernya berasal dari batu bara juga akan terpangkas. Terlebih lagi menurut Bank Dunia, 72% listrik di China dibangkitkan oleh tenaga batu bara.

Namun demikian,sentimen negatif tersebut dapat sedikit diredam oleh aura positif damai dangan AS-China. Selepas perundingan dangang yang selesai pada 9 Januari 2019 lalu, Wakil Perdana Menteri China, Liu He dikabarkan akan bertandang ke Washington pada akhir bulan ini.

Selain itu, aura dovish bank sentral AS (The Fed) juga menambah energi positif untuk harga batu bara. Pasalnya, bila suku bungan The Fed benar-benar tidak naik pada tahun ini, ekonomi AS bisa lebih leluasa untuk berkembang.

(TIM RISET CNBC INDONESIA)

[Gambas:Video CNBC]


(taa/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading