ANALISIS TEKNIKAL
Waspada, Esok IHSG Berpotensi Melemah
Yazid Muamar,
CNBC Indonesia
08 January 2019 20:07
Jakarta,CNBC Indonesia -Â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)Â digambarkan masih memiliki kekuatan untuk bergerak lebih tinggi, terlihat dari level posisinya yang masih bergerak di atas rata-rata nilainya selama lima hari perdagangan (moving average/MA5).
Meskipun demikian, IHSG dibayangi potensi penurunan pada perdagangan esok hari. Terbentuknya pola black candle pada grafik jenis lilin menggambarkan akan terjadinya koreksi meski sifatnya kurang terlalu kuat.
Potensi penurunan cukup terbuka, mengingat posisi IHSGÂ berada di level jenuh jual (overbought), menurut indikator teknikal stochastic slow.
Semenjak akhir November 2018, IHSG memiliki kecenderungan untuk naik (uptrend). Namun disela-sela kenaikan tersebut, biasanya terjadi penurunan atau koreksi kecil (minor trend). Area penahan penurunan (support) IHSG yang terdekat berada di level 6.200 - 6.245.
Aksi ambil untung mewarnai perdagangan IHSG hari ini, Selasa (8/1/2019). Investor cenderung melakukan aksi jual sehingga IHSG berakhir dengan pelemahan 0,38% ke level 6.262.
Volume perdagangan sore tadi mencapai Rp 8,49 triliun, sedikit lebih rendah dari transaksi sebelumnya di Rp 8,67 triliun. Naik turunnya volume menandakan keyakinan pelaku pasar akan kenaikan maupun penurunan indeks.
TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/wed) Add
as a preferred
source on Google
Next Article
Asing Keluar Hampir Satu Triliun, IHSG Anjlok 1,16%
Meskipun demikian, IHSG dibayangi potensi penurunan pada perdagangan esok hari. Terbentuknya pola black candle pada grafik jenis lilin menggambarkan akan terjadinya koreksi meski sifatnya kurang terlalu kuat.
Potensi penurunan cukup terbuka, mengingat posisi IHSGÂ berada di level jenuh jual (overbought), menurut indikator teknikal stochastic slow.
Sumber: Refinitiv |
Volume perdagangan sore tadi mencapai Rp 8,49 triliun, sedikit lebih rendah dari transaksi sebelumnya di Rp 8,67 triliun. Naik turunnya volume menandakan keyakinan pelaku pasar akan kenaikan maupun penurunan indeks.
TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/wed) Add
source on Google
Sumber: Refinitiv