Batu Bara Anjlok ke Bawah US$ 100, Terburuk Sejak April 2018

Market - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
04 January 2019 12:08
Batu Bara Anjlok ke Bawah US$ 100, Terburuk Sejak April 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada penutupan perdagangan sesi kemarin (3/1/2019) harga batubara tembus di bawah level psikologis 100, dengan ditutup melemah sebesar 1,48% di level US$ 99,6/MT. Harga tersebut merupakan yang terendah sejak 8 bulan lalu (April 2018). 



Pelemahan ekonomi China dan India disinyalir menjadi biang keladi merosotnya harga batu bara sampai sekarang ini. Pada kuartal IV-2018 ekonomi China diperkirakan jatuh ke bawah 6,5%. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan yang mengalami kesulitan akibat adanya perang dagang Amerika Serikat-China. 


"Tren perlambatan ekonomi masih berlanjut, bahkan momentum perlambatan terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi kuartal empat sangat mungkin ke bawah 6,5%," seperti yang ditulis dalam China Finance terbitan bank sentral China, People's Bank of China, dilansir dari Reuters.

Puchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur China yang dirilis oleh konsultan Caixin yang mencatat bahwa PMI China di Desember 2018 turun ke 49,7 dari 50,2 di November 2018. Ini adalah kontraksi pertama PMI Negeri Tirai Bambu dalam 19 bulan terakhir. 
Sama halnya PMI manufaktur di India versi IHS Markit pada Desember tercatat 53,2. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 54. 

Terkontraksinya PMI menggambarkan aktifitas sektor industri manufaktur yang melambat. Hal ini berarti perlambatan ekonomi China dan India sudah di depan mataChina dan India merupakan negara importir batu bara terbesar di dunia. Data yang dirilis oleh Internasional Energi Agency yang berpusat di Paris pada tahun 2017 mencatatkan konsumsi  batu bara China mencapai 51% dari total konsumsi batu bara dunia. 

Alhasil, pelemahan ekonomi China dan India sudah barang tentu akan menekan harga batu bara. Pasalnya permintaan akan energi, yang salah satunya berasal dari batu bara, berkorelatif positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

(TIM RISET CNBC INDONESIA)
(taa/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading