Cerita Telkom-Go-Jek yang Berujung Unhappy Ending

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
15 December 2018 12:37
Cerita Telkom-Go-Jek yang Berujung Unhappy Ending
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana kolaborasi antara PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) tampaknya mulai pupus. Hingga akhir pekan ini tak tampak progres rencana kerjasama kedua perusahaan tersebut hingga akhirnya ada kabar, rencana kerjasama kedua perusahaan batal.

Awal mula dari cerita kerjasama ini sudah sempat diberitakan beberapa media. CNBC Indonesia juga mendapatkan informasi dari sumber salah satu perusahaan investasi yang mengetahui rencana tersebut.

Menurut sumber tersebut, kerjasama antara kedua perusahaan ini sudah dibahas dalam rapat direksi Telkom. Kerjasama antara kedua perusahaan diharapkan bisa saling menguntungkan dimana nantinya Go-Jek bakal bisa menggunakan jaringan Telkom untuk komunikasi utamanya. Sebaliknya seluruh perusahaan startup yang dikembangkan oleh Telkom akan ditempatkan di aplikasi Go-Jek.

Saat informasi tersebut diterima, CNBC Indonesia sudah mencoba melakukan konfirmasi dengan manajemen Telkom dan Go-Jek memilih untuk irit berkomentar. Manajemen Telkom memang berencana akan melakukan kerjasama untuk mengembangkan bisnis digital, tapi tidak secara eksplisit kerjasama yang dilakukan Telkom dengan pihak tertentu adalah dengan Go-jek.


"Seiring dengan transformasi bisnis perusahaan untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital, Telkom tengah menjajaki segala peluang bisnis yang sejalan dengan arah transformasi untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan," kata Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo.

Demikian pula dengan pihak Go-Jek yang menganggap rencana terebut sebagai rumor di pasar belaka. Vice President Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Go-Jek Kristy Nelwan saat dikonfirmasi juga tidak mau berkomentar terkait rencana kerja sama tersebut. Melalui layanan pesan instan, Kristy hanya mengatakan, "Mohon maaf kita tidak bisa menanggapi rumor di pasar."

Padahal sejumlah media sempat menyebutkan total nilai investasi yang akan ditanamkan Telkom di Gojek bisa mencapai Rp 4 triliun. Nilai tersebut tak terlalu besar bagi Telkom yang punya ekuitas Rp 106,29 triliun yang tercatat hingga kuartal III-2018.

Sekedar mengingatkan lagi, wacana Telkom masuk ke bisnis transportasi online sudah berhembus sejak September 2018. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang pertama kali menghembuskan wacana tersebut.

Waktu itu wacana yang berkembang adalah Kemenhub ingin agar Indonesia memiliki platform transportasi online milik pemerintah. Wacana ini pun sudah disampaikan kepada Telkom dan Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo).

Wacana ini diluncurkan untuk membawa transportasi online ke level yang lebih tinggi termasuk menyelesaikan masalah tarif. Kemenhub ingin mencontoh apa yang dilakukan pemerintah Thailand yang meluncurkan aplikasi transportasi online bernama Taxi OK.

Melihat respons kedua belah pihak yang cenderung tertutup, tampaknya kecil kemungkinan kolaborasi kedua perusahaan bakal terjadi. Apalagi kemarin ada kabar dari sumber yang mengatakan rencana kerjasama tersebut batal. Inikah akhir cerita dari semua ini?

Adapun berdasarkan situs Crunchbase, Go-Jek sudah mendapat pendanaan US$ 2,1 miliar atau setara dengan Rp 29,4 triliun.

Pendanaan itu terbagi dua, yang pertama adalah Seri E senilai US$ 1,5 miliar dengan investor: Via ID, Tencent Holdings, Temasek Holdings, Meituan-Dianping, JD.com, Hera Capital, Google, Blibli, Astra International, dan Allianz X.

Lalu, pendanaan kedua yakni Seri D senilai US$ 500 juta dengan investor: Warburg Pincus, Sequoia Capital, Rakuten, Openspace Ventures, Northstar Group, KKR & Co., Formation Group, Farallon Capital Management, DST Global, dan Capital Group.

[Gambas:Video CNBC] (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading