Pekan Sempurna Bagi IHSG, Minggu Ini Naik 2,35%

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
17 November 2018 13:05
IHSG kembali ke posisi 6.000 setelah terakhir kali menyentuh posisi tersebut pada akhir Agustus.
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sepekan kinerja bursa saham domestik menguat dan kembali menembus level 6.000 poin. Penguatan tersebut terdampak sejumlah sentimen positif baik dari sisi fundmental ekonomi maupun aksi korporasi yang dilakukan sejumlah perusahaan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini menguat 2,35% ke level 6.012,35. IHSG kembali ke posisi 6.000 setelah terakhir kali menyentuh posisi tersebut pada akhir Agustus.

Saham-saham yang menjadi penyokong penguatan IHSG selama pekan ini antara lain, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk yang menguat 15,40%, saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR) naik 13,11%, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 9,47%, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) naik 7,6% dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk yang naik 5,54%.

Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG dalam sepekan ini antara lain, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Penguatan rupiah terjadi karena dolar AS sedang berada pada posisi yang tidak terlalu kuat terhadap mata uang dunia, setelah Partai Demokrat menang dalam pemilu sela.


Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan paket kebijakan batu yang isinya mengenai tax holiday dan revisi daftar negatif investasi. Membuat pelaku pasar saham semakin "pede".

Meskipun neraca dagang kurang memuaskan, karena masih defisit US$ 1,82 miliar pada Oktober, tampaknya sudah di price in oleh investor. Meskipun setelah pengumuman neraca dagang, gerak IHSG sempat goyah.

Selain itu, yang membuat IHSG reli pekan ini adalah sejumlah aksi korporasi yang dilakukan oleh sejumlah emiten. SMGR secara mengejutkan mengumumkan pembelian 80,6% saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) senilai US$ 917 juta.

Kemudian, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Sriwijaya Air. Ini juga sempat direspons positif oleh investor.

Lalu terakhir, rencana pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Infrastruktur dan Perumahan. Dimana realisasi pembentukan holding tersebut akan dilakukan paling lama April atau Mei 2019.
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading