Penjualan Mobil Meningkat, Saham Astra Diborong Asing Rp 74 M

Market - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
15 November 2018 13:10
Penjualan Mobil Meningkat, Saham Astra Diborong Asing Rp 74 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan sesi I hari ini. Hal ini turut didorong oleh investor asing yang memborong saham-saham berkapitalisasi besar.

Tercatat asing ramai membeli saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai beli (net buy) Rp 73,81 miliar di semua pasar pada sesi I.

Selain itu, saham perseroan turut menguat 1,53% atau 125 poin ke level Rp 8.300/saham. Tercatat volume perdagangan sebanyak 24,36 juta unit saham dengan nilai transaksi Rp 203 miliar.

Melesatnya penjualan mobil secara industri yang naik 12% year on year (YoY) pada Oktober 2018 menjadi 106,05 ribu unit turut memberikan sentimen positif bagi penguatan saham ASII.


Saat ini Astra menguasai 56% pangsa pasar mobil nasional hingga akhir Oktober tahun ini.

Menurut riset RHB Sekuritas, angka penjualan mobil dengan pangsa pasar tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 19 bulan yang lalu yakni Maret 2017.

Tercatat penjualan mobil Astra sebanyak 59,86 ribu unit atau tumbuh 20% dibandingkan bulan sebelumnya, serta meningkat 22% (YoY). "Dengan prospek yang menjanjikan tersebut terutama penjualan yang meningkat maka kami mempertahankan prospek beli (buy) dengan target price Rp 9.500/saham," ujar Andrey dan Mutiara analis dari RHB Sekuritas.

Sementara itu, Kresna Sekuritas melihat pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar Astra akan terus tumbuh didorong pertumbuhan penjualan Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Sementara itu, pesaing untuk kendaraan roda empat lainnya yakni Suzuki Ertiga dinilai tidak memiliki daya tarik untuk konsumen mobil.

Sedangkan Mitsubishi mencatatkan penurunan pangsa pasar pada Oktober 2018 yakni 17,4% dibanidngkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 18,1%.

"Secara keseluruhan kami mempertahankan rekomendasi beli (buy) dengan target price Rp 9.175/saham pada saham ASII," ujar Franky Rian Analis dari Kresna Sekuritas. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading