Analisis Teknikal

IHSG Berpotensi Menguat, Mampukah Tembus Level 6.000?

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
08 November 2018 07:39
IHSG Berpotensi Menguat, Mampukah Tembus Level 6.000?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kami memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat dengan rentang pergerakannya berada di 5.898 hingga 6.000 pada hari ini, Kamis (8/11/2018). Kami mengidentifikasi kemungkinan tersebut berdasarkan perkembangan pasar dan hasil analisis secara teknikal.

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS), Rabu waktu setempat, kembali ditutup menghijau di tengah pemilu sela untuk senat dan DPR Amerika Serikat (AS). Indeks Dow Jones tercatat naik 2,13%, S&P 500 melompat 2,12%, dan Nasdaq bertambah 1,67%.



Partai Demokrat memenangkan kendali di DPR (House of Representatives), sementara Partai Republik mempertahankan kekuasaan mereka di Senat, dalam pemilu sela yang berlangsung hari Selasa.


Presiden Donald Trump juga mengindikasikan bahwa dia bersedia bekerja dengan Partai Demokrat, terutama menyangkut inisiatif kebijakan yang akan membantu perekonomian terus tumbuh.

Investor juga masih menunggu perkembangan perang dagang setelah Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk bertemu di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires (Argentina) akhir bulan ini. Diharapkan pertemuan ini dapat melahirkan solusi untuk mengakhiri perang dagang antara Washington-Beijing.
Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan di zona hijau, menguat 0,27% ke level 5.939,87 poin. Aksi beli pelaku pasar di pasca-penutupan perdagangan mengangkat IHSG ke zona hijau.

Sejatinya, satu
 menit menjelang penutupan bursa di waktu normal IHSG masih koreksi 0,21%. Investor melakukan aksi beli selektif terutama di sektor konsumer membuat IHSG berbalik arah.
Reli IHSG Berpotensi Berlanjut Menatap Level 6.000Sumber: Revinitif
Secara teknikal, IHSG kembali membentuk pola lilin hitam pendek (short black candle) pada grafik, pola tersebut memberikan sinyal penurunan (bearish), meski kurang terlalu kuat.



IHSG masih bergerak di atas garis rerata harganya selama lima hari (moving average/MA 5) dengan disertai volume perdagangan yang masih tinggi, hal ini mengindikasikan bahwa IHSG masih mempunyai tenaga untuk naik lebih tinggi ataupun menjaga levelnya saat ini.

Menurut kami, kondisi bursa global yang lebih kondusif, ditambah dengan sinyal-sinyal kenaikan secara teknikal, berpotensi membuat IHSG kembali mengakhiri perdagangan pada zona hijau.


T
IM RISET CNBC INDONESIA




(yam/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading