Kuatnya Data Ekonomi Tak Bisa Angkat Bursa Asia

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
02 October 2018 17:07
Kuatnya Data Ekonomi Tak Bisa Angkat Bursa Asia
Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditutup di zona merah: indeks Strait Times turun 0,39%, indeks Hang Seng anjlok 2,38%, dan indeks Kospi melemah 1,25%. Sementara itu, bursa saham China masih diliburkan seiring dengan perayaan National Day Golden Week.

Tercapainya kesepakatan antara AS dengan Kanada terkait kerangka baru dari North American Free Trade Agreement (NAFTA) membuat pelaku pasar optimis bahwa hal serupa juga dapat terjadi dengan China.

Namun, kini harapan itu seolah sirna. Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa diskusi dengan China di bidang perdagangan tidak berkembang. Kudlow bahkan berani menyebut bahwa kesepakatan dengan China tidak akan tercapai dalam waktu dekat.


"Tidak ada yang dekat (kesepakatan dagang) dengan China," papar Kudlow seperti dikutip dari CNBC International. "Saya rasa ada diskusi yang sedang berlangsung. Tidak, saya tak ingin mengatakan bahwa itu (kesepakatan dagang) sudah dekat."

Lebih lanjut, mantan anchor CNBC International itu menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump tidak puas dengan perkembangan dari dialog dagang dengan China.

Saat ini, terlihat bahwa perekonomian AS dan China sama-sama sudah terdampak oleh perang dagang yang tengah terjadi. Pada hari minggu (30/9/2018), data Caixin Manufacturing PMI di China periode September diumumkan di level 50, lebih rendah dari konsensus yang sebesar 50,5. Kemudian kemarin (1/10/2018), data ISM Manufacturing PMI di AS periode September diumumkan di level 59,8, lebih rendah dari ekspetasi yang sebesar 60,1.

Positifnya data ekonomi terbukti tak mampu menolong bursa saham Asia. Di Jepang, indeks keyakinan konsumen periode September diumumkan di level 43,4, lebih tinggi dari konsensus yang sebesar 43. Kemudian di Hong Kong, penjualan barang-barang ritel periode Agustus diumumkan tumbuh sebesar 8,1% YoY, mengalahkan capaian periode sebelumnya yang sebesar 5,9% YoY.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/ank)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading