Tahun Depan, Pertamina-PGN Setor Dividen Rp 1,35 T

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
06 September 2018 14:10
Pemerintah targetkan dividen yang dibagikan pada 2019 mencapai Rp 1,35 triliun, pada saat harga minyak dan gas tinggi.
Jakarta, CNBC Indonesia - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanjan Negara (RAPBN) 2019 menargetkan besaran laba BUMN mencapai Rp 45,58 triliun atau naik 2% dari outlook tahun 2018. Dari total target tersebut, pemerintah menetapkan besaran dividen dari Pertamina sebesar Rp 1,35 triliun paska mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara (PGAS).

Target pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN tahun 2019 berasal dari pendapatan laba BUMN perbankan sebesar Rp 15,97 triliun dan laba BUMN non-perbankan sebesar Rp 29,61 triliun.

Khusus untuk BUMN Pertambangan, Industri Strategis, dan Media (PISM), kontribusi dividennya di 2019 mencapai sebesar Rp 3,98 triliun, dengan rincian sebagai:
  1. PT Pertamina (Persero) + PT PGN Tbk (PGAS): Rp 1,35 triliun
  2. PT Inalum dan BUMN holding tambang: Rp 2,51 triliun
  3. Perum Peruri: Rp 82 miliar
  4. PT Dahana: Rp 13 miliar
  5. PT Len Industri: Rp 12 miliar
  6. PT Pindad: Rp 6 miliar
Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan di tahun depan kinerja Pertamina dan PGN akan berat, mengingat harga minyak dunia dan kurs Rupiah yang mengalami tekanan, membuat laba perusahaan mengalami penurunan sehingga menurunkan setoran dividen juga.


"Kemudian mungkin kami akan sampaikan sekidt, dari keseluruhan sekilas mengenai kinerja BUMN di sektor PISM itu yang paling berata adalah saat ini Pertamina dan PGN, khususnya Pertamina, jadi mungkin akan jauh menurun labanya. Sedangkan kalau untuk sektor tambang dan lainnya cenderung ada yang sama dan ada yang meningkat," tutur Fajar kepada media saat dijumpai di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Adapun, untuk 2018, kontribusi dividen BUMN di lingkup kedeputian PISM ditargetkan sebesar Rp 5,92 triliun, di antaranya terdiri dari PT Pertamina (Persero) sebesar Rp 3,42 triliun, PT PGN Tbk sebesar Rp 436 miliar, dan PT Inalum dan holding tambang sebesar  Rp 1,92 triliun.
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading