Saham PGAS Berbalik Arah, Ada Apa?

Market - dhf, CNBC Indonesia
07 July 2022 12:48
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), mulai melayani sektor industri di pulau Madura, Jawa Timur.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hari ini, Kamis (7/7/2022), cukup menarik perhatian. Berdasarkan data RTI, PGAS parkir dengan penurunan 15 poin atau setara 0,98% ke level Rp 1.515 per saham di jeda siang ini.

Level tersebut memang lebih rendah dibanding harga pembukaan pagi tadi, Rp 1.530 per saham. Namun, level saat ini sejatinya menunjukkan saham PGAS berbalik arah setelah sempat menyentuh level Rp 1.500 per saham.

Level tersebut merupakan level terendah hingga siang ini. Adapun level tertingginya ada di Rp 1.540 per saham.


Dari sisi fundamental, saham PGAS kemungkinan digerakan oleh kolaborasi pengembangan pengembangan Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan untuk menjamin supply gas ke PT Kilang Pertamina Balikpapan.
Milestone yang menandai dimulainya Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan dilakukan dengan acara First Welding (pengelasan pertama) sambungan pipa yang dilaksanakan pada Rabu (06/07) di Stockyard Jalan Pulau Balang KM 13 Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pembangunan pipa gas sepanjang 78 km dengan diameter 20 inci tersebut dilaksanakan oleh salah satu anak usaha Sub Holding Gas Pertamina yaitu PT Pertamina Gas (Pertagas). Ke depannya ruas pipa gas ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan Kilang Pertamina Balikpapan dengan mengalirkan gas dari lapangan di wilayah Senipah Kalimantan Timur dengan kapasitas maksimal 125 MMSCFD.

Dalam sambutannya, Achmad Muchtasyar Direktur Teknologi & Infrastruktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku perwakilan Direksi Sub Holding Gas Pertamina menyampaikan mengenai pentingnya pembangunan Pipa Gas Senipah-Balikpapan ini.

"Infrastruktur pipa gas ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan pengembangan Kilang Pertamina Balikpapan, dengan terjaminnya supply energi tentunya akan berkontribusi kepada optimalisasi operasional kilang ke depannya," jelas Achmad.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pasca libur Lebaran, IHSG Rontok 4,42% ke Bawah 7.000


(dhf/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading