Baru Luncurkan Satelit, Saham Telkom Malah Dilepas Asing

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
07 August 2018 13:26
Baru Luncurkan Satelit, Saham Telkom Malah Dilepas Asing
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tak kuasa menahan aksi ambil untung yang dilakukan investor. Pada sesi I, harga saham operator telekomunikasi terbesar turun 1,6% ke level Rp 3.590/saham atau kehilangan 60 poin.

Padahal perseroan baru saja sukses meluncurkan Satelit Merah Putih. Namun kesuksesan tersebut tak berhasil meyakinkan invetor untuk melakukan akumulasi beli saham Telkom.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih saham ini senilai Rp 42,77 miliar dari total nilai transaksi mencapai Rp 94,46 miliar.


Menurut Panin Sekuritas, aksi jual yang dilakuan investor asing tersebut merupakan aksi ambil untung setelah kemarin harga saham naik tinggi hingga 9%. "Pada umumny TLKM naik disaat Asing Beli Bersih, seperti terjadi kemarin," sebut riset Panin Sekuritas siang ini.

Telkom Indonesia baru saja meluncurkan satelit terbaru milik mereka yang dinamakan Satelit Merah Putih atau Telkom-4. Peluncuran Satelit Merah Putih akan dilaksanakan di SpaceX Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat.

Pembangunan Satelit Merah Putih sendiri terlaksana berkat kerjasama dengan 2 perusahaan Amerika Serikat, yakni SSL sebagai pabrikan pembuat satelit, serta SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit.

SSL (Space Systems/Loral) adalah perusahaan pembuat satelit yang ternama dan berhasil menuntaskan pembangunan Satelit Merah Putih lebih cepat dari jadwal. Satelit Merah Putih mengandalkan platform SSL 1300 yang didesain memiliki daya ketahanan 16 tahun.

Satelit Merah Putih atau Telkom-4 akan membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading