Cadangan Minyak AS Turun, Harga Minyak Lanjutkan Reli

Market - Raditya Hanung, CNBC Indonesia
25 July 2018 09:34
Cadangan Minyak AS Turun, Harga Minyak Lanjutkan Reli
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak jenis brent kontrak pengiriman September 2018 menguat 0,65% ke US$73,92/barel, sementara harga minyak light sweet kontrak September 2018 naik 0,45% ke US$68,83 pada perdagangan hari ini Selasa (24/07/2018) hingga pukul 09.00 WIB.

Harga sang emas hitam melanjutkan performa positifnya pada perdagangan kemarin, di mana brent dan light sweet masing-masing ditutup melambung 0,52% dan 0,93%.

Harga minyak mulai mendapatkan angin segar, setelah sejak awal pekan ini mendapatkan tekanan. Angin segar itu berasal dari anjloknya cadangan minyak mentah Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu, yang lantas mampu meredakan persepsi investor akan kondisi pasar minyak global yang cenderung oversupply.


Cadangan Minyak AS Turun, Harga Minyak Lanjutkan ReliFoto: CNBC Indonesia

American Petroleum Institute (API) mencatat cadangan minyak AS turun 3,2 juta barel menjadi 407,6 juta barel pada posisi pekan lalu. Lebih dalam ketimbang perkiraan pasar yaitu turun 2,3 juta barel.

Kemudian, stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang menjadi pusat pengiriman minyak di AS, jatuh sebesar 808.000 barel. Sedangkan, stok Bahan Bakar Minyak (BBM) anjlok 4,9 juta barel, jauh dari konsensus Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 713.000 barel.

Terakhir, stok minyak distilat, yang mencakup minyak solar dan pemanas, amblas 1,3 juta barel, juga amat jauh di bawah ekspektasi pasar yang mengestimasikan kenaikan sebesar 207.000 barel.

Sebagai informasi, data resmi dari US Energy Information Administration (EIA) akan keluar pada malam ini pukul 21.30 WIB.

Selain itu, kenaikan harga minyak juga didukung oleh pemerintah China yang berkomitmen untuk menerapkan kebijakan fiskal ekspansif untuk mendorong permintaan domestik. Langkah ini lantas meredakan kekhawatiran investor akan berkurangnya permintaan minyak mentah Negeri Tirai Bambu akan berkurang akibat tensi perang dagang AS-China yang masih membara.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading