Rupiah Masih Akan Terus di Atas 14.000/US$ Sampai Akhir 2018

Market - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
17 July 2018 17:36
Rupiah Masih Akan Terus di Atas 14.000/US$ Sampai Akhir 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sampai akhir 2018 masih akan terus diperdagangkan di level Rp 14.000. Pengetatan likuiditas dan ketidakpastian global masih menjadi alasannya.

Berikut tanggapan Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait dengan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di Badan Anggaran DPR, Selasa (17/8/2018).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara :


Berdasarkan rata-rata nilai tukar saat ini, kami perkirakan nilai tukar rata-rata 2018 di kisaran Rp 13.700/US$ - Rp 14.000/US$.

Rupiah mendapatkan tekanan sejak Februari yang dipicu dari penguatan dolar AS dalam skala global. Nilai tukar sudah relatif stabil

Dari sisi global, pemulihan terus berlanjut dan pertumbuhan ekonomi global diperkiarkan 3,9% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 3,8%

Hal tersebut juga didorong berlanjutnya akselerasi ekonomi AS, masih kuatnya ekonomi Eropa, dan ketatnya ekonomi China. Ini meningkatkan volume perdagagan ekonomi dunia dan berdampak pada harga komoditas yang kuat. Ini disertai kondisi likuiditas yang mengetat dan ketidakpastian yang masih tinggi

Kenaikan bunga acuan AS atau Fed Fund Rate yang lebih agresif. Ketidakpastian global yang tinggi dari kebijakan bank sentral Eropa juga memberikan dampak. Serta yang akan memberikan dampak lanjutan adalah hubungan dagang AS dan Tiongkok [China] yang makin meingkat," tuturnya.

Ini memicu penguatan mata uang dolar AS, dan memicu pelemahan di mata uang emerging market







Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati :

Kami perkirakan proyeksi semester II-2018, growth semester II akan mencapai 5,3%. Dan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 5,25%. Sementara tingkat inflasi akan terjaga di 3,5%. dan rupiah masih ada di atas 14.000/US$.

Proyeksi Semester II kurs Rp 14.200 per dolar AS. Keseluruhan tahun rata-rata kurs Rp 13.973 per dolar

Penguatan mata uang AS adalah fenomena global. Indonesia mengaami depresiasi semester I hingga 5,72%. Ini akan jadi PR untuk diperkuat namun dari sisi pondasi dan transaksi berjalan depresiasi rupiah dibandingkan negara lain masih cukup justified

Dengan normalisasi moneter kebijakan negara maju dan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate, maka terjadi capital outflow di negara dunia. Terutama negara emerging country, Indonesia tidak terkecuali mendapatkan dampak.








(dru/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading