Analisis Teknikal

Saham SMCB Berpotensi Menguat Beberapa Hari ke Depan

Market - Houtmand P Saragih & Yazid Muamar, CNBC Indonesia
09 July 2018 14:25
Saham SMCB Berpotensi Menguat Beberapa Hari ke Depan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar rencana pelepasan saham LafargeHolcim Ltd di PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menjadi sentimen positif saham emiten semen tersebut, yang secara teknikal memang membentuk pola kenaikan (reli).

Ada kabar pembeli saham Holcim Indonesia tersebut adalah perusahaan semen dari China, tapi hingga saat ini belum disebutkan secara pasti perusahaan mana yang akan membeli saham SMCB tersebut.

Lafarge Holcim merupakan perusahaan Swiss yang memegang kendali penuh atas Holcim Indonesia. LafargeHolcim menguasai 80,64% atau setara 6,18 miliar saham SMCB melalui anak usahanya, Holderfin B.V.


Harga saham SMCB hari ini terpantau menguat 25% ke level harga Rp 650/ saham dan menyentuh batas atas kenaikan harga yang diizinkan sistem bursa (auto rejection). Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 8,7 juta saham senilai Rp 5,6 miliar hingga penutupan sesi satu ini.

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menghilangkan kewajiban uang muka 15% bagi kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi hunian pertama mulai 1 Agustus 2018 juga diyakini meningkatkan permintaan atas semen untuk menggenjot pembangunan perumahan.

Bagaimana prediksi pergerakan saham SMCB dilihat dari kaca mata analisis teknikal? Tim Riset CNBC Indonesia menyajikannya untuk anda.
Saham SMCB Berpotensi Menguat Beberapa Hari ke DepanSumber: Reuters
Selama beberapa bulan saham SMCB cenderung bergerak turun (downtrend), terlihat dari kinerja secara tahun berjalannya (year to date/ytd) di mana kinerja SMCB minus 21,21% atau tertinggal jauh dari kinerja sektor industri dasar dan kimia yang naik 5,99%.
Mengacu beberapa indikator teknikal pekan ini, SMCB diperkirakan masih naik dalam beberapa hari, terlihat dari rerata pergerakan (moving average) selama 5, 10 dan 20 hari (MA 5, MA 10 dan MA 20) yang tertembus ecara berbarengan dan membentuk pola lilin penuh panjang (white marubozu).

Berdasarkan indikator rerata pergerakan konvergen dan divergen (moving average convergence divergence/ MACD), saham SMCB membentuk pola persilangan naik (golden cross).

TIM RISET CNBC INDONESIA


(ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading