Analisis Teknikal

Saham Bank BUMN Tertekan, BMRI Paling Rawan Koreksi

Market - Yazid Muamar, CNBC Indonesia
20 June 2018 17:28
Jika berbicara tren, BMRI juga yang paling kuat menunjukan sinyal penurunan (downtrend).
  • Sektor keuangan menjadi kontributor utama penurunan IHSG
  • Bank-bank BUMN menunjukan sinyal downtrend
  • Secara tahun berjalan, bank BNI turun terdalam dan BMRI paling rawan koreksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor keuangan menjadi penyumbang utama poin penurunan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (20/6/2018) dengan kontribusi penurunan 60 poin, setelah mengalami koreksi sebesar 3,5%.

Di antara keempat bank BUMN, yang menduduki posisi lima besar emiten bank di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dari sisi aset, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun terparah, yakni sebesar -6,52%.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyusul dengan koreksi sebesar -5,7%, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun -5,61%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan koreksi -3,59%,


Secara year to date, bank-bank tersebut terkoreksi cukup dalam di mana Bank BNI (-22,76%), diikuti Bank BTN (-20,61%), Bank BRI (-18,18%) dan Bank Mandiri sebesar (-15,92%).
Saham Bank BUMN Tertekan, BMRI Paling Rawan KoreksiFoto: CNCB Indonesia/Yazid Muamar

Sampai berita ini diturunkan, Bank BNI lah yang secara tahun berjalan (year to date) mengalami penurunan terbesar yakni mencapai -22,76%.

Berikut kondisi saham-saham tersebut berdasarkan pendekatan teknikal:

Saham Bank BUMN Tertekan, BMRI Paling Rawan KoreksiFoto: CNCB Indonesia/Yazid Muamar


Berdasarkan sinyal rerata pergerakan konvergen dan divergen (moving average convergence and divergence/ MACD), semua bank hampir memberikan sinyal jual (sell), tetapi sinyal BBNI dan BMRI yang paling jelas dengan pola dead cross.

Sementara itu, indicator Chaikin Oscillator-yang merupakan volume tekanan jual pelaku pasar-menunjukan bahwa keempat saham bank tersebut berada dalam tekanan jual.

Namun, saham BMRI tercatat mengalami tekanan terbesar. Jika berbicara tren, BMRI juga yang paling kuat menunjukan sinyal penurunan (downtrend).

Adanya potensi kenaikan BI 7-day repo rate beberapa kali pada tahun ini dan dampak dari perang dagang antara China versus Amerika Serikat (AS) berpeluang menekan kinerja saham bank di BEI.

TIM RISET CNBC INDONESIA
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading