Rupiah Menguat, Investor Asing Malah Kabur dari Bursa Saham

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
06 June 2018 09:57
Rupiah Menguat, Investor Asing Malah Kabur dari Bursa Saham
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing langsung tancap gas melakukan aksi jual pada awal perdagangan hari ini, terlepas dari rupiah yang bergerak menguat. Sampai dengan berita ini diturunkan, rupiah menguat 0,03% di pasar spot ke level Rp 13.870/dolar AS.

Di sisi lain, investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 63,02 miliar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,11% ke level 6.081,92.

Saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing diantaranya: PT Bank Negara Indonesia Tbk/BBNI (Rp 27,4 miliar), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/TLKM (Rp 16,6 miliar), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk/INKP (Rp 10,3 miliar), PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (Rp 9,2 miliar), dan PT United Tractors Tbk/UNTR (Rp 8,4 miliar).


Sejatinya kala rupiah menguat, berinvestasi dalam aset-aset berdenominasi rupiah menjadi menarik, lantaran ada potensi keuntungan kurs yang bisa diraup. Namun, sentimen eksternal nampak lebih mendominasi pada perdagangan hari ini.

Pertama, investor asing bermain aman sembari menantikan hasil pertemuan dari the Federal Reserve yang akan digelar pekan depan. Nampak sudah pasti akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps, yang akan dicermati pelaku pasar adalah pernyataan-pernyataan sang bank sentral serta versi terbaru dari dot plot, guna mencari tahu arah kebijakan suku bunga mereka. Sembari menantikan pertemuan tersebut, aset-aset berisiko seperti saham menjadi ditinggalkan sejenak.

Apalagi, persepsi mengenai kenaikan suku bunga acuan secara lebih agresif telah kembali mencuat ke permukaan. Hal ini terlihat dari imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang naik ke level 2,9351% dibandingkan posisi kemarin (5/6/2018) yang sebesar 2,919%.

Pemicunya adalah positifnya data-data ekonomi. Data ISM Non-Manufacturing Employment Index periode Mei tercatat di level 54,1, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 53,6. Kemudian, data ISM Non-Manufacturing Paid Index juga naik ke level 64,3 dari sebelumnya 61,8.

Kedua, panasnya tensi dagang antara AS dengan mitra dagangnya telah membuat daya tarik dari instrumen berisiko menjadi kurang menarik. Meksiko sudah menerapkan bea masuk untuk membalas kebijakan serupa yang diterapkan oleh AS. Kini, impor daging babi, apel, dan kentang dikenakan bea masuk 20%. Sementara impor baja, keju, dan bourbon dikenakan bea masuk 25%.

Untuk menyelesaikan friksi dagang dengan para tetangganya, Presiden Trump berniat untuk menggantikan skema Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan kesepakatan bilateral.

"Presiden tengah mencari jalan terbaik untuk mendapatkan keuntungan terbesar bagi AS. Apakah itu melalui NAFTA atau jalan lain, pilihan-pilihan itu ada," kata Sarah Sanders, Juru Bicara Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.

Namun, upaya ini mendapat penolakan dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Negosiasi yang berlarut-larut dan perang bea masuk lebih lanjut sangat mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Situasi juga bisa bertambah runyam kala Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pimpinan negara anggota-anggota G7 lainnya pada akhir pekan ini. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading