Bukit Asam Dapat Pinjaman Rp 17,46 T Untuk PLTU Sumsel 8

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 May 2018 - 19:53
Bukit Asam Dapat Pinjaman Rp 17,46 T Untuk PLTU Sumsel 8
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman (loan fasility agreement) dengan China Export Import (Cexim) Bank senilai US$ 1,26 miliar (Rp 17,46 triliun, kurs Rp 14.000/dolar).

Fasilitas pinjaman ini akan digunakan untuk melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumsel 8 yang berkapasitas 2x620 megawatt (MW). Pembangunan akan dilakukan melalui anak usahanya PT Huadian Bukit Asam, perusahaan joint venture (JV) dengan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan dengan adanya perjanjian pembangunan ini maka semakin mendekatkan proses mulainya pembangunan PLTU yang diklaim menjadi yang terbesar di Indonesia.


"Akhir Mei ini atau Juni nanti akan mulai financial close dan drawdown akan segera akan dilakukan. Pembangunannya akan segera dimulai pada Juni-Juli mendatang," kata Arviyan di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (23/5).

Pinjaman ini memiliki tingkat bunga sebesar London Interbank Offered Rate (LIBOR) ditambah 2,85% dengan tenor sepanjang 15 tahun.

Cexim Bank akan membiayai 75% dari total biaya proyek PLTU Sumsel 8 yang diperkirakan akan memakan biaya mencapai US$ 1,6 miliar (Rp 22,40 triliun). Sisanya, masing-masing akan dibiayai sesuai dengan tingkat kepemilikan Bukit Asam sebesar 45% dan China Huadian Hongkong Company sebesar 55% dalam perusahaan JV tersebut.

Jika dikalkulasikan, perusahaan perlu menyuntikkan dana kurang lebih sebesar Rp 3,15 triliun. Rencananya, dana tersebut akan disumbangkan dari belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan di tahun ini.

Adapun PLTU tersebut sudah mendapatkan power purchase agreement (PPA) dengan PLN pada 19 Oktober lalu. Diharapkan PLTU ini akan mulai beroperasi (Commercial Operating Date/COD) pada awal 2022 mendatang.


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading