Fokus Investor

Dari Kenaikan Suku Bunga Hingga Satgas TKA

Market - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
18 May 2018 08:31
Dari Kenaikan Suku Bunga Hingga Satgas TKA
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) menjadi 4,5%. Kenaikkan suku bunga acuan tersebut dinilai dapat menjadi katalis bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan kenaikan suku bunga sebesar 25bps ini merupakan langkah penyesuaian, tetapi tidak akan menimbulkan kepanikan karena fundamental ekonomi masih baik dan perbankan sehat.

"Jadi pasar sebenarnya sudah menyesuaikan dan dana masuk (inflow) di pasar obligasi bisa menjadi positif kembali," kata Tito kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/5).


Analis PT Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto menilai keputusan BI tersebut akan mendapat respons positif pasar pada perdagangan besok.

"IHSG hari ini ditutup di level 5.815, besok harusnya bisa main di atas 5.850," ujar David ketika dihubungi CNBC Indonesia, Kamis (17/5).

Kendati demikian, David mengatakan langkah tersebut sedikit terlambat dan ketinggalan momentum. Namun, ia masih optimistis langkah ini akan menjadi sentimen positif untuk pasar saham.

Dari sisi emiten, PT Holcim Indonesia Tbk baru saja mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Kamis (17/5) untuk menyampaikan kinerja perusahaan di 2017. Pada tahun buku tersebut, perusahaan mencatatkan kerugian sebesar Rp 332 miliar yang disebabkan oleh biaya energi yang tinggi dan pasokan semen berlebih. 

Selain itu, perusahaan juga menunjuk Surindro Kalbu Adi sebagai direktur baru, menggantikan Wiwik Wahyuni dan Raden Ali Permadiono Sumedi yang memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai direktur karena memiliki aspirasi untuk mencari tantangan pribadi di luar perusahaan.

Berita juga datang dari Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri. Ia mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan tenaga kerja asing (TKA) yang akan mulai bertugas selama enam bulan ke depan.

Hanif menjelaskan, pembentukan satgas ini merupakan bentuk peningkatan pengawasan terhadap keberadaan TKA yang dilakukan pemerintah. Sebelumnya, pengawasan TKA hanya dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan serta Tim Pengawas Orang Asing (Timpora). 


(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading