Ada Tiga Indeks Baru di BEI, untuk Apa?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 May 2018 12:16
Ada Tiga Indeks Baru di BEI, untuk Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan tiga indeks baru yang dapat dijadikan acuan bagi investor dan pelaku pasr dalam berinvestasi. Tiga indeks tersebut antara lain IDX High Dividen 20, IDX BUMN 20 dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan indeks ini akan membantu mempermudah investor untuk memilih saham-saham untuk diinvestasikan. Ditambah lagi juga bisa menjadi acuan bagi manager investasi untuk membuat produk reksa dana maupun exchange traded fund (ETF).

"Memudahkan investor untuk memilih dansebagai entri awal pada pemula untuk masuk ke pasar saham," kata Tito di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/6).


Sementara itu, Direktur Pengembangann Bisnis BEI Nicky Hogan mengatakan indeks ini akan membantu meningkatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) dari produk reksa dana dan ETF berbasis indeks yang sudah ada yang mencapai Rp 9,2 triliun.

"Selama ini punya 28 indeks, ada 290 produk investasi dari MI yang AUM-nya Rp 9,2 triliun. Kita harapkan dengan peluncuran indeks baru ini ketiganya sangat andal dan bisa dimanfaatkan oleh MI," kata Nicky di kesempatan yang sama.

Jika dielaborasi lebih lanjur, indeks IDX High Dividen 20 memuat 20 saham yang tercatat di BEI yang rutin membagikan imbal hasil dividen (dividen yield) kepada pemegang sahamnya selama tiga tahun terakhir. Indeks ini mempertimbangkan konstituen berdasarkan imbal hasil dividen, kriteria likuiditas, jumlah hari diperdagangkan dan kapitalisasi pasar.

Metode penghitungannya menggunakan metode Capped Dividend Yield Adjusted Free-Float Market Capitalization Weight. Menggunakna nilai kapitalisasi pasar dan jumlah saham beredar di publik (free float) sebagai bobot penyesuaian menggunakan imbal hasil serta mengenakan batasa bobot dalam indeks pqaling tinggi dalam satu saham adalah 15%.

Kemudian, indeks IDX BUMN20 dipilih dari perusahaan BUMN, BUMD dan afilisasinya (merupakan anak perusahaan atau terdapat kepemilikan saham oleh pemerintah) yang telah tercatat selama enam bulan terakhir.

Indeks ini dihitung menggunakan metode Capped Market Capitalization Weighted atau menggunakan kapitalisasi pasar sebagai bobot serta mengenakan batasan bobot dalma indeks paling tinggi untuk satu saham adalah 15%.

Kedua indeks ini akan dievaluasi menggunakan evaluasi mayor yang mencakup evaluasi atas konstituen dan penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks dan evaluasi minor yang hanya mencakup penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks.

Evaluasi mayor untuk indeks IDX High Dividen 20 akan dilakukan setiap akhir Januari, sementara evaluasi minor akan dilakukan setiap Juli. Sedangkan untuk indeks IDX BUMN20 akan dilakukan evaluasi mayor di Januari dan Juli sementara evaluasi minor pada April dan oktober.

Adapun untuk indeks IDX JII70 dipilih dari saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham syariah Indonesia (ISSI) dan telah tercatat selama enam bulan terakhir. Dipilih menggunakan kapitalisasi pasar dan rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler.

Indeks ini dipileh menggunakan metode Market Capitalization Weighted. Evaluasi berkala akan dilakukan tiap akhir Mei dan November, periodenya mengikuti jadwal peninjauan berkala ISSI dan Jakarta Islamic Index (JII).

BEI menetapkan tanggal dasar untuk indeks IDX High Dividen 20 dan IDX BUMN20 pada 30 Januari 2009 dengan nilai dasar 100, semenntara untuk indeks JII70 ditetapkan tanggal dasar 29 Mei 2009 dengan nilai dasar 100. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading