Apresiasi dolar AS dipicu oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Negeri Paman Sam. Hari ini, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat 3,0183%. Tertinggi sejak akhir 2013.
Kenaikan yield menjadi alat prediksi untuk meramal pergerakan inflasi ke depan. Lonjakan yield berarti ekspektasi inflasi sedang meningkat.
Dalam situasi seperti ini, muncul bayangan di benak pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) kemungkinan akan menaikkan suku bunga acuan secara lebih agresif untuk menjangkar ekspektasi inflasi. Kartu kenaikan suku bunga empat kali sepanjang 2018 kembali muncul di atas meja.